Kisah Pemberontakan Trunojoyo dan Hancurnya Kerajaan Mataram

Selasa, 23 Agustus 2022 - 05:04 WIB
loading...
A A A
Trunojoyo kemudian menjadi menantu Raden Kajaron. Pada 1670, terjadi perselisihan di Kesultanan Mataram antara Sultan Amangkurat I dengan putra mahkotanya, Adipati Anom. Baca juga: Kisah Akhir Hidup Jaka Tingkir Perang dengan Anak Angkatnya Sutawijaya

Untuk merahasiakan pergerakan, Adipati Anom diam-diammeminta dukungan Raden Kajoran alias Panembahan Rama. Pada kesempatan ini, Raden Kajoran memperkenalkan menantunya, yakni Trunojoyo untuk ikut ambil bagian dalam pemberontakan. Adipati Anom berjanji menyerahkan Madura Barat yang waktu itu dipimpin oleh Tumenggung Yudonegoro kepada Trunajaya, sebagai imbalan.

Dari perjanjian dengan Adipati Anom ini, Trunajaya mulai menguasai Madura Barat. Sejarawan Belanda, H.J. De Graaf dalam bukunya “Runtuhnya Istana Mataram” (1987) menulis bahwa penguasaan Trunojoyo atas Madura Barat, dilakukan melalui strategi diplomasi yang jitu menghadapi Tumenggung Yudonegoro.

Yang pertama dia membawa hasil perjanjiannya dengan Adipati Anom. Kedua, Trunojoyo berhasil meyakinkan Tumenggung bahwa dirinya pewaris yang sah kekuasaan Madura Barat karena merupakan cucu dari Cakraningrat I.

Setelah menguasai Madura Barat secara damai Trunojoyo dengan cepat membentuk laskar, yang berasal dari rakyat Madura. Kebanyakan laskar yang direkrut adalah mereka yang tidak menyukai Mataram. Bermodal pasukan yang militan itu, Trunojoyo merebut satu per satu wilayah Mataram. Baca juga: Hancurkan Pemberontakan Trunojoyo terhadap Mataram, Amangkurat II Serahkan Pesisir Jawa ke VOC Belanda

Sebelum merebut wilayah bagian Mataram, ia terlebih dahulu menculik Cakraningrat II dan diasingkannya ke Lodaya, Kediri. Setelah itu, pada 1674, ia berhasil merebut seluruh kekuasaan di Madura dan memproklamirkan diri sebagai raja merdeka, dan mastikan dirinya sejajar dengan raja Mataram.

Dukungan rakyat Madura begitu kuat karena merasa Cakraningrat II de facto tidak pernah memperhatikan mereka. Untuk menambah kekuatan, laskar Madura pimpinan Trunojoyo bekerja sama Karaeng Galesong, pemimpin kelompok pelarian dari Makassar, pengikut setia Sultan Hasanuddin yang telah dikalahkan VOC.

Kelompok Makassar itu berpusat di Demung, Panarukan. Mereka bersatu memerangi Amangkurat I yang bekerja sama dengan VOC. Untuk mempererat hubungan, Trunojoyo bahkan mengawinkan putrinya dengan putra Karaeng Galesong. Trunojoyo juga mendapat dukungan dari Panembahan Giri dari Surabaya yang juga tidak menyukai Amangkurat I karena tindakannya terhadap para ulama.

Dengan kekuatan semakin besar, mulai September 1676, laskar Madura ekspansinya ke Mataram. Perang di Gegodog pecah pada tanggal 16 Oktober 1676. Pada parang ini sejumlah bangsawan Mataram gugur. Di antara diantaranya Panji Wirabumi, Kiai Ngabei Wirajaya, Kiai Rangga Sidayu dan Pangeran Purbaya.

Selanjutnya, pada Oktober 1676 , Lasem dan Rembang ditaklukkan. Pada 20 November 1676, Jepara diserang. Namun karena kota ini dilindungi oleh VOC-Belanda, pasukan tidak menghancurkannya. Pada Desember 1676, Demak dikuasai. Di sini, sekitar 11.000 pasukan Mataram meninggalkan Demak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Kisah Strategi Cerdik...
Kisah Strategi Cerdik Panembahan Senopati Bikin Pasukan Pajang Kabur dari Mataram
Rebutan Takhta hingga...
Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram
Janji Politik Raja Mataram...
Janji Politik Raja Mataram Bangun Tempat Penyeberangan di Tepi Sungai Bengawan Solo
Jejak Airlangga pada...
Jejak Airlangga pada Pendirian Kerajaan Jenggala dan Kediri
Kebakaran di Manggarai,...
Kebakaran di Manggarai, Jalan Sultan Agung hingga Tambak Macet
Arema FC Tinggalkan...
Arema FC Tinggalkan Kanjuruhan, Daftarkan Stadion Sultan Agung Jadi Kandang untuk Liga 1
Kisah Mistik Sultan...
Kisah Mistik Sultan Agung Taklukkan Mekkah
Rekomendasi
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved