Strategi Cerdik Panembahan Senopati Manfaatkan Perempuan Cantik Taklukkan Madiun
Rabu, 11 Desember 2024 - 07:55 WIB
loading...
Perempuan cantik jadi pemancing saat Kerajaan Mataram menaklukkan Madiun. Strategi cerdas ini diinisiasi Panembahan Senopati yang berkuasa di Kerajaan Mataram setelah menaklukkan Surabaya. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PEREMPUAN cantik jadi pemancing saat Kerajaan Mataram menaklukkan Madiun. Strategi cerdas ini diinisiasi Panembahan Senopati yang berkuasa di Kerajaan Mataram setelah menaklukkan Surabaya.
Setelah penaklukkan Surabaya langsung bergerak menuju Madiun Raya untuk menaklukkan wilayah tersebut. Di sana tentara Mataram berusaha menduduki Madiun, tetapi jumlah prajurit Madiun jauh lebih banyak dari Mataram.
Baca juga: Kematian Misterius Panembahan Senopati Picu Kekacauan di Kerajaan Mataram
Saat itu, Adipati Madiun juga tengah mengumpulkan para bupati untuk mempersiapkan pasukan masing-masing menghadapi gelombang serangan dari Mataram. Bentrokan pun pecah antara kedua kekuatan itu. Mataram menghadapi serangan besar dari Madiun dan Ponorogo.
Namun, Panembahan Senopati adalah komandan cerdas. Sadar jumlah pasukannya kalah, Panembahan Senopati menjalankan strategi tipu muslihat dengan pura-pura menyerah kepada Madiun sebagaimana dikutip dari Tuah Bumi Mataram: Dari Panembahan Senopati Hingga Amangkurat II" tulisan Peri Mardiono.
Pernyataan menyerahnya Panembahan Senopati ditulis dalam sebuah surat yang diantarkan seorang perempuan cantik ke Madiun. Setelah surat diterima Adipati Madiun, maka isi surat langsung disebarkan ke seluruh bupati yang awalnya membantu Madiun.
Pengumuman ini membuat para bupati dan pasukannya bubar serta menarik diri untuk pulang. Ketika sekutu Madiun sudah mulai pulang, maka Madiun tinggallah sendirian.
Setelah penaklukkan Surabaya langsung bergerak menuju Madiun Raya untuk menaklukkan wilayah tersebut. Di sana tentara Mataram berusaha menduduki Madiun, tetapi jumlah prajurit Madiun jauh lebih banyak dari Mataram.
Baca juga: Kematian Misterius Panembahan Senopati Picu Kekacauan di Kerajaan Mataram
Saat itu, Adipati Madiun juga tengah mengumpulkan para bupati untuk mempersiapkan pasukan masing-masing menghadapi gelombang serangan dari Mataram. Bentrokan pun pecah antara kedua kekuatan itu. Mataram menghadapi serangan besar dari Madiun dan Ponorogo.
Namun, Panembahan Senopati adalah komandan cerdas. Sadar jumlah pasukannya kalah, Panembahan Senopati menjalankan strategi tipu muslihat dengan pura-pura menyerah kepada Madiun sebagaimana dikutip dari Tuah Bumi Mataram: Dari Panembahan Senopati Hingga Amangkurat II" tulisan Peri Mardiono.
Pernyataan menyerahnya Panembahan Senopati ditulis dalam sebuah surat yang diantarkan seorang perempuan cantik ke Madiun. Setelah surat diterima Adipati Madiun, maka isi surat langsung disebarkan ke seluruh bupati yang awalnya membantu Madiun.
Pengumuman ini membuat para bupati dan pasukannya bubar serta menarik diri untuk pulang. Ketika sekutu Madiun sudah mulai pulang, maka Madiun tinggallah sendirian.
Lihat Juga :