Asal-muasal VOC Berkantor di Wilayah Kekuasaan Mataram yang Kaya Hasil Hutan Jati
Rabu, 18 Desember 2024 - 07:19 WIB
loading...
Pintu masuk Benteng VOC Jepara dengan tanda Fort Japara XVI. FOTO/WIKIPEDIA
A
A
A
JAKARTA - VEREENIGDEOost-Indische Compagnie ( VOC ), perusahaan dagang Belanda, melirik interaksi dengan Pulau Jawa bagian tengah. Apalagi VOC tahu potensi kekayaan alam di wilayah itu begitu besar. Tak hanya soal kekayaan alam pertanian, hasil hutan di wilayah yang dikuasai Kerajaan Mataram itu juga menggiurkan.
Semasa VOC Mataram memang menjelma sebagai kerajaan paling besar di Pulau Jawa. Kepentingan VOC di wilayah ini tidak menyangkut perdagangan antarbenua, tetapi kebutuhan konsumsi VOC di Asia. Pertama-tama VOC membutuhkan Mataram untuk penyediaan bahan makanan para pegawai dan tentaranya.
Selain itu, VOC sangat membutuhkan kayu jati untuk perbaikan kapal-kapal layarnya dan perumahan para pejabat di Batavia. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa kantor dagang VOC yang pertama di wilayah Mataram adalah di Jepara.
Baca juga: Kesaktian Pangeran Puger Runtuhkan Kegarangan Komandan VOC Kapten Tack
"Hubungan VOC dengan Mataram mulai menjadi intensif sejak zaman Sultan Agung, yang memerintah 1613-1646, raja yang terbesar sepanjang sejarah Mataram," demikian dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", dikutip, Rabu (18/12/2024).
Semasa VOC Mataram memang menjelma sebagai kerajaan paling besar di Pulau Jawa. Kepentingan VOC di wilayah ini tidak menyangkut perdagangan antarbenua, tetapi kebutuhan konsumsi VOC di Asia. Pertama-tama VOC membutuhkan Mataram untuk penyediaan bahan makanan para pegawai dan tentaranya.
Selain itu, VOC sangat membutuhkan kayu jati untuk perbaikan kapal-kapal layarnya dan perumahan para pejabat di Batavia. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa kantor dagang VOC yang pertama di wilayah Mataram adalah di Jepara.
Baca juga: Kesaktian Pangeran Puger Runtuhkan Kegarangan Komandan VOC Kapten Tack
"Hubungan VOC dengan Mataram mulai menjadi intensif sejak zaman Sultan Agung, yang memerintah 1613-1646, raja yang terbesar sepanjang sejarah Mataram," demikian dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", dikutip, Rabu (18/12/2024).
Lihat Juga :