Konspirasi Amangkurat I, Izinkan Belanda Bangun Benteng di Mataram Picu Pemberontakan
Jum'at, 16 September 2022 - 08:35 WIB
loading...
Konspirasi Amangkurat I yang mengizinkan Belanda membangun Benteng di wilayah Kerajaan Mataram memicu pemberontakan. Foto: Istimewa
A
A
A
AMANGKURAT I adalah penguasa monarki Kesultanan Mataram keempat dengan gelar susuhunan yang memerintah dari 1646 hingga meninggalnya pada 1677. Dia naik takhta setelah Sultan Agung Mataram meninggal pada tahun 1645 M.
Sayang, kerajaan mataram tak sejaya saat ayahnya memerintah, salah satu yang paling mencolok kebijakannya yang membiarkan orang-orang Belanda masuk ke daerah Kerajaan Mataram hingga membangun benteng, sementara ayahnya adalah penentang keras dan pembenci orang-orang Belanda.
Bahkan akibat ulahnya, dia harus menghadapi beberapa kali percobaan penggulingan kekuasaan dan Pemberontakan Trunojoyo akibat kebijakannya yang menyebabkan ketidakpuasan internal kerajaan.
Baca juga: Ritual Bercinta Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul Membawa Kerajaan Mataram Kuasai Jawa
Apalagi, setelah diizinkan membangun benteng di wilayah Kerajaan Mataram, ternyata tindakan Belanda semakin sewenang-wenang. Hal itu terkuak dari buku "Ensiklopedia Kerajaan Islam Di Indonesia" karya Binuko Amarseto.
Pada tahun 1637, Amangkurat I yang merupakan raja baru mengirim Wiraguna ke Daerah Tapal Kuda dengan kedok mengusir Kerajaan Blambangan dari Jawa. Tujuan sebenarnya adalah untuk membunuh Wiraguna selagi jauh dari keluarga dan pendukungnya. Kemudian, Amangkurat I memerintahkan keluarganya dan yang terlibat dalam skandal dibunuh.
Sayang, kerajaan mataram tak sejaya saat ayahnya memerintah, salah satu yang paling mencolok kebijakannya yang membiarkan orang-orang Belanda masuk ke daerah Kerajaan Mataram hingga membangun benteng, sementara ayahnya adalah penentang keras dan pembenci orang-orang Belanda.
Bahkan akibat ulahnya, dia harus menghadapi beberapa kali percobaan penggulingan kekuasaan dan Pemberontakan Trunojoyo akibat kebijakannya yang menyebabkan ketidakpuasan internal kerajaan.
Baca juga: Ritual Bercinta Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul Membawa Kerajaan Mataram Kuasai Jawa
Apalagi, setelah diizinkan membangun benteng di wilayah Kerajaan Mataram, ternyata tindakan Belanda semakin sewenang-wenang. Hal itu terkuak dari buku "Ensiklopedia Kerajaan Islam Di Indonesia" karya Binuko Amarseto.
Pada tahun 1637, Amangkurat I yang merupakan raja baru mengirim Wiraguna ke Daerah Tapal Kuda dengan kedok mengusir Kerajaan Blambangan dari Jawa. Tujuan sebenarnya adalah untuk membunuh Wiraguna selagi jauh dari keluarga dan pendukungnya. Kemudian, Amangkurat I memerintahkan keluarganya dan yang terlibat dalam skandal dibunuh.
Lihat Juga :