Kobarkan Perang Jawa, Pangeran Diponegoro Didukung Bangsawan, Tumenggung dan Demang
Minggu, 16 Februari 2025 - 07:07 WIB
loading...
Pangeran Diponegoro yang didukung bangsawan, tumenggung dan demang mengobarkan perlawanan kepada Belanda di Pantai Utara Jawa yang berujung Perang Jawa. Foto/Ist
A
A
A
PANGERAN Diponegoro dan pasukannya terus meluaskan perlawanan kepada Belanda dan pemerintahan keraton yang pro Belanda. Strategi lain untuk menyurati beberapa tumenggung dan demang pada berbagai daerah di Pulau Jawa dilakukan.
Surat-surat itu lantas datang tepat waktu, pasca serangan tiba-tiba pertama di Yogyakarta. Sambutan hangat pun diterima dari para tumenggung dan demang di berbagai daerah.
Baca juga: Siasat Pasukan Pangeran Diponegoro Rampok Logistik Belanda di Perang Jawa
Setelah serangan umum di Yogyakarta itu, Pangeran Serang, menantu Pangeran Mangkudiningrat yang dibuang ke Ambon bersama Sultan Hamengku Buwono II, bersama Pangeran Notoprojo, atau Pangeran Papak, dan Bupati Gagatan, yang termasuk wilayah Kesunanan Surakarta mengikuti jejak Diponegoro. Mereka menyulut pemberontakan di Pantai Utara Jawa yang berujung Perang Jawa.
Pasukan Pangeran Serang bergerak dari Serang menyerang Purwodadi. Dari Purwodadi bergerak menuju Demak, dan hampir semua jembatan penghubung dirusak. Ia dibantu oleh Raden Sukur, putra Bupati Semarang Surioadi Menggolo.
Surat-surat itu lantas datang tepat waktu, pasca serangan tiba-tiba pertama di Yogyakarta. Sambutan hangat pun diterima dari para tumenggung dan demang di berbagai daerah.
Baca juga: Siasat Pasukan Pangeran Diponegoro Rampok Logistik Belanda di Perang Jawa
Setelah serangan umum di Yogyakarta itu, Pangeran Serang, menantu Pangeran Mangkudiningrat yang dibuang ke Ambon bersama Sultan Hamengku Buwono II, bersama Pangeran Notoprojo, atau Pangeran Papak, dan Bupati Gagatan, yang termasuk wilayah Kesunanan Surakarta mengikuti jejak Diponegoro. Mereka menyulut pemberontakan di Pantai Utara Jawa yang berujung Perang Jawa.
Pasukan Pangeran Serang bergerak dari Serang menyerang Purwodadi. Dari Purwodadi bergerak menuju Demak, dan hampir semua jembatan penghubung dirusak. Ia dibantu oleh Raden Sukur, putra Bupati Semarang Surioadi Menggolo.
Lihat Juga :