Kisah Cinta Terlarang Amangkurat 1 dengan Ratu Malang dan Dikurungnya 60 Dayang

Senin, 20 Desember 2021 - 05:00 WIB
loading...
Kisah Cinta Terlarang Amangkurat 1 dengan Ratu Malang dan Dikurungnya 60 Dayang
Sunan Amangkurat I atau Sunan Tegalarum lahir pada 1618 atau 1619 dengan nama kecil Raden Mas Sayyidin. Ia adalah putra dari Sultan Agung dan cicit dari Panembahan Senapati. (Ist)
A A A
Sunan Amangkurat I atau Sunan Tegalarum lahir pada 1618 atau 1619 dengan nama kecil Raden Mas Sayyidin. Ia adalah putra dari Sultan Agung dan cicit dari Panembahan Senapati.

Pada masa pemerintahannya, ia harus menghadapi beberapa kali percobaan penggulingan kekuasaan dan pemberontakan Trunajaya akibat kebijakannya yang meyebabkan ketidakpuasan internal kerajaan.

Namun yang tidak kalah menariknya adalah kisah asmara terlarang Amangkurat 1 dengan wanita bersuami hingga membuat dirinya sempat mengabaikan pemerintahan beberapa tahun.

Cinta terlarang yang Amangkurat I alami untuk pertama kalinya bersama Ratu Malang. Sang raja jatuh cinta pada pandangan pertama dengan wanita tersebut.

Sayangnya, Ratu Malang telah menjadi milik seseorang namun raja tak memperdulikannya. Raja mencintai istrinya hingga akhir hayat sang istri walaupun cintai itu tak pernah ia miliki.

Dalam kisahnya, Amangkurat I yang mencari seorang perempuan untuk dijadikan istrinya. Mendengar titah tersebut pangeran Blitar mempertemukan sang raja dengan Ratu Malang.

Dalam pertemuannya, Amangkurat I langsung jatuh hati dengan kecantikan dari Ratu Malang dan ingin segera mempersunting wanita yang telah merebut hatinya.

namun, perempuan itu sudah memiliki suami dan sedang mengandung seorang buah hati, hasil dari pernikahannya.

Seakan hal tersebut tidak menjadi masalah bagi Amangkurat I, ia tetap memboyong Ratu Malang ke keraton. Raja pun memberikan gelar “Ratu Wetan” kepada Ratu Malang.

Ketika Ratu Malang datang ke dalam istana, perubahan drastis terjadi sangat luar biasa, inilah pemicu dari semua permasalahan yang terjadi di masa yang akan mendatang.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1328 seconds (11.252#12.26)