Misteri Karamah KH Abbas Buntet, Berbekal Tasbih Mampu Hancurkan Pesawat Pengebom Sekutu

Minggu, 25 Juni 2023 - 09:21 WIB
loading...
Misteri Karamah KH Abbas...
KH. Abbas Buntet. Foto/Dok. nu.or.id
A A A
Surabaya dalam kondisi sangat genting. Kematian Aubertin Walter Sothern Mallaby atau yang lebih dikenal sebagai Brigadir Jenderal Mallaby, akibat peristiwa baku tembak di Surabaya pada 30 Oktober 1945, membuat pasukan Sekutu murka.

Baca juga: Peristiwa 10 November 1945

Jenderal asal Inggris, yang baru saja memenangkan Perang Dunia II di wilayah Asia, tidak dinyana mati di tangan para pemuda Indonesia, di Surabaya. Kematian sang jenderal, membuat Sekutu mengeluarkan ultimatum mengobarkan perang di Surabaya.



Utimatum perang dari Sekutu, justru membangkitkan bara semangat para pejuang Indonesia. Mereka tak sedikitpun surut langkah dengan ancaman perang dari pasukan Sekutu, yang memiliki senjata sangat canggih di masanya.

Baca juga: Pernikahan Sedarah Ibu dan Anak Laki-laki Gemparkan Bukittinggi

Perang besar pun tak terhindarkan lagi. Melalui serangan udara di pagi hari yang dilakukan pesawat-pesawat tempur Sekutu, perang 10 November 1945 akhirnya pecah di Surabaya. Para pejuang dari seluruh penjuru Indonesia, bertaruh nyawa di Surabaya, dalam sebuah perang brutal melawan pasukan yang baru saja memenangkan Perang Dunia II.

Salah satu pejuang yang turut hadir memimpin pasukan dalam perang dahsyat di Surabaya tersebut, adalah KH. Abbas Abdul Jamil, dari Pesantren Buntet, atau lebih dikenal dengan nama KH. Abbas Buntet. Sang kiai dengan gagah berani terjun ke medan perang, menghadapi kebrutalan pasukan Sekutu.

Dilansir dari nu.or.id, dalam pertempuran dahsyat di Surabaya tersebut, banyak cerita lisan yang dituturkan para pejuang yang turut bertempur, bahwa KH. Abbas Buntet dengan penuh keberanian menumpas pasukan Sekutu.

"Ada yang menyebut sorban, tasbih, hingga kacang hijau yang dilemparkannya mampu menjatuhkan pesawat tempur yang siap membombardir Kota Pahlawan itu. Ada pula yang menyebut alu untuk menumbuk padi beterbangan atas izin Allah SWT. melalui perantara doa yang dibacanya. Entah, cerita mana yang sahih atau bisa jadi semuanya benar," tulis nu.or.id.

Para pejuang, kiai, dan warga Nadiliyin, meyakini dari kesaksian dalam pertempuran hebat itu, KH. Abbas Buntet, mampu merontokkan pesawat tempur Sekutu. Kehadiran KH. Abbas Buntet dalam pertempuran Surabaya tersebut, ternyata juga telah dinantikan oleh Hadhratussyekh KH Hasyim Asy'ari.

Baca juga: Pengusaha Tambang di Kolaka Nekat Lucuti Daster Wanita Selingkuhan saat Ditinggal Istri Ibadah Haji

Dalam laman nu.or.id disebutkan, Hadhratussyekh KH Hasyim Asy'ari sangat menantikan dan mengharapkan KH. Abbas Buntet untuk memimpin pasukan dalam pertempuran tersebut. Bahkan, KH. Abbas Buntet juga disebut sebagai singa Jawa Barat.

KH. Abbas Buntet pertama mengenal dan belajar ilmu agama Islam dari ayahnya KH Abdul Jamil, lalu di Pondok Pesantren Sukanasari, Plered, Cirebon, di bawah asuhan Kiai Nasuha. Kemudian, dia pindah ke Pesantren Salaf di Jatisari di bawah asuhan Kiai Hasan.

Merasa belum cukup menguasai ilmu agama Islam, Kiai Abbas pergi meninggalkan Jawa Barat, yang menjadi tanah kelahirannya. Dia lalu menuju sebuah pesantren di Tegal, Jawa Tengah. yang diasuh oleh Kiai Ubaidah.

Setelah menyerap ilmu agama di Tegal, dia melanjutkan studinya ke Pondok Pesantren Tebuireng, di Jombang. Di sana, dia langsung mendapat pelajaran ilmu agama Islam dari KH Hasyim Asyari, tokoh kharismatik yang menjadi pendiri NU.

Di Tebuireng, Kiai Abbas mulai berkenalan dengan santri dan kiai terpandang seperti KH Abdul Wahab Chasbullah, pendiri NU yang menerima gelar Pahlawan Nasional 2014, dan KH Abdul Manaf yang turut mendirikan Pesantren Lirboyo, Kediri.

Baca juga: Cilacap Gempar! Gadis Belia Ditemukan Tewas Telanjang dan Dibenamkan di Lumpur Sawah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pesawat Tempur AS Serang...
Pesawat Tempur AS Serang Kapal Tanker Iran
Pesawat Siluman J-35...
Pesawat Siluman J-35 buatan China dapat Ubah Teknologi Militer Dunia
Menlu: Overflight AS...
Menlu: Overflight AS Masih Tahap Pembahasan, Kepentingan Nasional yang Utama
Rekomendasi
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved