alexametrics

Geruduk BMT Insan Mandiri, Ratusan Nasabah Minta Uangnya Kembali

loading...
Geruduk BMT Insan Mandiri, Ratusan Nasabah Minta Uangnya Kembali
Ratusan nasabah kembali mendatangi kantor BMT Insan Mandiri di Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Foto/Dok.BMT-insanmandiri.com
A+ A-
BANYUMAS - Ratusan nasabah kembali mendatangi kantor BMT Insan Mandiri di Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Mereka menuntut pengembalian uang yang telah diinvestasikan.

(Baca juga: Polisi Selidiki Raibnya Rp5 Miliar Milik Nasabah BMT Insan Mandiri)

Para nasabah ini telah mengetahui bahwa pelaku penggelapan dana BMT Insan Mandiri, telah ditangkap oleh anggota Polres Banyumas. Namun, mereka tetap menuntut pertanggungjawaban manajemen BMT Insan Mandiri.

Sempat terjadi ketegangan saat para nasabah mencoba masuk ke dalam kantor untuk menemui pimpinan BMT Insan Mandiri. Sejumlah petugas dari Polri dan TNI, berupaya menenangkan para nasabah yang terlanjur emosi.



(Baca juga: Derita Suami di Gresik, Miliki Istri Hiperseks)

Anggota Polres Banyumas, yang dipimpin Kepala Satuan Bhayangkara, AKP Supriyanto bekerja keras menenangkan massa yang berada di luar kantor. Sebelumnya, polisi juga menegus Manajer BMT Insan Mandiri, Toidin yang dinilai lamban mengatasi para nasabah.



Salah satu korban penggelapan, Rindi Antika meluapkan kekecewaannya dihadapan manajer BMT Insan Mandiri. "Saya hanya minta uang kembali seperti yang sudah dijanjikan," teriaknya.

(Baca juga: Ayah Tiri Pembunuh 2 Bocah Diringkus Petugas Polsek Medan Kota)

Mereka menuntut manajemen BMT Insan Mandiri tidak saling lempar tanggungjawab. Para nasabah juga menuntut agar persoalan ini tidak dilempar sebagai masalah pribadi pelaku penggelapan.

Sementara itu, Toidin hanya bisa meminta para nasabah untuk bersabar, dan menjanjikan akan menyelesaikan persoalan ini dalam waktu tiga bulan. "Kami akan mendata semua nasabah, dan dibagi per wilayah." tuturnya.
(eyt)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak