Diduga Salah Tangkap, Penjual Kerupuk Minta Keadilan ke Polda Sumsel

Senin, 22 November 2021 - 19:15 WIB
Diduga Salah Tangkap, Penjual Kerupuk Minta Keadilan ke Polda Sumsel
Penjual kerupuk minta anaknya dibebaskan karena diduga salah tangkap. Foto:Dede/SINDOnews
A A A
PALEMBANG - Dengan masih membawa dagangan kerupuknya, tiga orang ibu-ibu rela berjalan kaki dari rumahnya mendatangi Mapolda Sumsel untuk meminta keadilan.

Mereka protes, lantaran anaknya diduga menjadi korban salah tangkap pihak kepolisian.

Apida (45), orang tua dari Novri (32), satu dari tiga pelaku yang ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Ilir Timur (IT) I Polrestabes Palembang, bulan Juli 2021 lalu mengatakan, bahwa penangkapan terhadap anaknya merupakan hal yang keliru.

Baca juga: Bandar Narkoba di Palembang Tertangkap Bawa Senpi Rakitan

"Tolong pak anak kami salah tangkap, pelaku jambret ponsel yang ada di CCTV bukan anak kami," ujar Apida sembari menangis, Senin (22/11/2021).

Apida menjelaskan, bahwa saat terjadinya perkara penjambretan di Jalan Dwikora, Ilir Timur I Palembang, anaknya sedang berada di rumah, karena sakit usai mengalami kecelakaan ketika pulang kerja.



Baca: Dorong Motor karena Kehabisan BBM, Pemuda di Palembang Diserang Gerombolan Bersenjata

"Anak kami ada di rumah karena kakinya sakit, tangannya juga luka karena kecelakaan saat pulang kerja sebagai buruh bangunan. Tiba-tiba Polisi datang ke rumah dan langsung menangkap anak kami," ucapnya.

Apida juga mengaku, saat itu dirinya telah melakukan upaya pembelaan kepada pihak kepolisian dengan menjelaskan bahwa pelaku pencurian yang terekam dalam CCTV bukanlah anaknya. Dan saat ini anaknya dijatuhkan vonis hukuman penjara selama dua tahun.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2249 seconds (11.252#12.26)