Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Habib Bahar bin Smith: Saya Cucu Nabi Muhammad ke-29

loading...
Habib Bahar bin Smith: Saya Cucu Nabi Muhammad ke-29
Habib Bahar bin Smith menyatakan dirinya merupakan keturunan langsung Nabi Muhammad SAW ke-29. Foto/Dok.SINDOnews
BANDUNG - Terdakwa kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online, Habib Bahar bin Smith memberikan pengakuan mengejutkan saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung , Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Terungkap di Persidangan, Korban Penganiayaan Habib Bahar Terima Kompensasi Rp25 Juta

Dalam pengakuannya, penceramah sekaligus pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tajul Alawiyin itu menyatakan bahwa dirinya merupakan keturunan langsung Nabi Muhammad SAW. Bahar mengaku, dirinya merupakan cucu Nabi Muhammad ke-29.

Baca juga: Didakwa Dua Pasal Sekaligus, Habib Bahar: Saya Bingung Perkara Diteruskan

Pengakuan Bahar yang mengejutkan tersebut berawal saat Majelis Hakim PN Bandung, Surachmat bercerita tentang sebuah kisah Rasulullah yang dilempari dan dihina oleh orang Yahudi. Dalam kisah itu disebutkan bahwa Rasulullah menjenguk orang Yahudi itu yang diketahui sedang sakit.



"Apakah habib pernah tahu kalau Rasulullah ini pernah melakukan kekerasan terhadap orang?" tanya Surachmat dalam sidang lanjutan yang digelar secara virtual dari PN Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung.

Bahar pun lantas menjawab pertanyaan Surachmat. Menurutnya, apa yang terjadi antara Rasulullah dan orang Yahudi itu merupakan persoalan pribadi. Dia menegaskan, sepanjang persoalan pribadi, Rasullullah selalu memaafkan dan tidak pernah mempermasalahkan.

"Nah, yang mulia, itu masalah pribadi Rasulullah. Nabi Muhammad, beliau masalah pribadi, beliau dihina dan dicaci dimaki dan dilempari kotoran unta beliau diam," katanya.

Bahar pun lantas membandingkan sikapnya dengan sikap Rasulullah tersebut. Bahar menegaskan, dirinya pun tak pernah mempermasalahkan jika ada orang yang mencaci dirinya secara pribadi.

Meski begitu, Bahar menyatakan, jika urusannya dengan agama dan keluarga, dia mengaku tak bisa tinggal diam. Hal itu menurutnya sesuai dengan sikap Rasullullah yang diakuinya sebagai sang kakek.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top