Kesaktian Mpu Bharada, Penasihat Raja Airlangga yang Mampu Terbang Membelah Kerajaan Kahuripan Pakai Air Kendi

loading...
Kesaktian Mpu Bharada,...
Mpu Bharada, penasehat sakti yang membelah wilayah Kerajaan Kahuripan, menggunakan air dari kendi. Foto/Twitter@aroengbinang
A A A
Kerajaan Kahuripan harus terbelah menjadi dua bagian, menjadi Kerajaan Kadiri, dan Kerajaan Jenggala. Jauh sebelum peristiwa terbelahnya Kerajaan Kahuripan, Raja Airlangga dilanda kebimbangan.

Baca juga: Kisah Calon Arang Usik Raja Airlangga, Gara-gara Cemas Putri Cantiknya Jadi Perawan Tua

Kebimbangan Raja Airlangga terjadi menjelang dia turun takhta, dan berkeinginan menjadi pendeta, namun dua puteranya justru terlibat persaingan keras untuk memperebutkan takhta Kerajaan Kahuripan.



Raja Airlangga yang merupakan putra sulung Raja Bali, memiliki niat untuk menempatkan salah satu putranya bertakhta di Bali. Di tengah kebimbangan Raja Airlangga, Mpu Bharada diutus berangkat ke Bali, untuk menyampaikan maksud tersebut.

Baca juga: Detik-detik Bu Dokter Digerebek saat Lepas Seragam Lalu Ngamar dengan Pria Muda

Mpu Bharada yang dikisahkan memiliki kesaktian yang luar biasa, bertolak ke Bali hanya dengan menaiki sehelai daun. Sesampainya di Bali, Mpu Bharada mengutarakan maksut dari Raja Airlangga. Namun, maksut itu ditolak oleh Raja Bali, yang kala itu dijabat oleh adik Raja Airlangga.

Menerima kabar penolakan dari Raja Bali yang disampaikan Mpu Bharada, Raja Airlangga akhirnya dengan terpaksa memutuskan membelah Kerajaan Kahuripan, dengan terjadinya perdamaian antara kedua puteranya.

Dalam Kitab Nagarakertagama, seperti yang ditulis Slamet Muljana dalam bukunya yang berjudul "Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya", Mpu Bharada bertugas menetapkan batas antara kedua belah kerajaan.

Berkat kesaktian yang dimiliki, dikisahkan Mpu Bharada membelah Kerajaan Kahuripan, terbang menumpang sehelai daun sambil mengucurkan air kendi. Bekas kucuran air kendi inilah yang menjadi batas Kerajaan Kadiri, dan Kerajaan Jenggala.

Sejarawan Mojokerto, Ayuhannafiq menyebutkan, ada mitos yang berkembang di masyarakat, Mpu Bharada dikisahkan terbang membawa kendi berisi air. Air itu kemudian yang memecah Kerajaan Kahuripan menjadi dua wilayah, dan bekas air itu disebut sebagai Sungai Brantas.

Baca juga: Kisah Ken Umang, Cinta Pertama Ken Arok dan Pejuang Singasari yang Hanya Menjadi Selir

Ayuhannafiq menambahkan, saat proses membelah wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi dua bagian, jubah Mpu Bharada tersangkut ranting pohon asam, hingga membuatnya marah. "Mpu Bharada akhirnya mengutuk pohon asam itu menjadi kerdil. Penduduk sekitar menamakan daerah itu Kamal Pandak, yang artinya asam pendek," katanya.

Pembelahan wilayah Kerajaan Kahuripan ini, tercatat dalam Serat Calon Arang, Nagarakertagama, dan Prasasti Turun Hyang II. Kerajaan Kadiri berpusat di Daha, dan diperintah oleh Sri Samarawijaya. Sementara Kerajaan Janggala berpusat di Kahuripan, dan diperintah oleh Mapanji Garasakan.

Selesai menetapkan batas Kerajaan Kadiri dan Janggala berdasarkan cucuran air kendi, Mpu Bharada mengucapkan kutukan, barang siapa berani melanggar batas tersebut hidupnya akan mengalami kesialan.

Pasca isiden tersebut, Mpu Bharada memutuskan untuk berhenti dan tidak melanjutkan prosesi pembelahan wilayah itu sampai tuntas. Kemudian ia berdiam diri dan memutuskan untuk bertapa dan menetap di Kamal Pandak.

Raja-raja setelah Raja Airlangga, disebut-sebut banyak yang mencari lokasi di mana Kamal Pandak tersebut, karena diyakini kerajaan yang berdiri di atas Kamal Pandak tersebut, bakal bisa menyatukan kerajaan di tanah Jawa.

Baca juga: Jelang Kedatangan Jenazah Eril, Pelayat Berdatangan ke Gedung Pakuan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Bangun Food Estate,...
Bangun Food Estate, Airlangga Sebut Tanah Merauke Lebih Baik dari Australia
Lanjutkan Negosiasi...
Lanjutkan Negosiasi Dagang, Menko Airlangga Kirim Tim ke AS Pekan Depan
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved