Kisah Asmara Jayarana dan Layonsari dari Bali, Cinta Abadi Dibawa Mati
Selasa, 26 April 2022 - 06:47 WIB
loading...
Sebuah patung menggambarkan kisah cinta abadi Jayarana dan Layonsari di Bali.Foto/Bali4u.wordpress.com
A
A
A
Sebagai daerah yang memegang erat berbagai adat dan budayanya, Bali memiliki cerita rakyat yang hingga saat ini tetap dikenang. Salah satunya adalah kisah Jayaprana bersama dengan istrinya yang cantik jelita, Layonsari.
Kisah tentang Jayaprana bersama Layonsari dianggap sebagai kisah cinta sejati dan abadi. Bahkan kisahnya sering diangkat dalam drama khas Bali atau teater. Cerita singkat Jayaprana dan Layonsari yang penuh dengan sarat hikmah telah memberikan banyak inspirasi.
Baca juga: Kisah Entong Gendut, Pendekar Betawi yang Melawan Penjajah dengan Kelewang
Untuk mengenang cerita tersebut telah berdiri sebuah pura yang menjadi saksi pilunya tragedi tersebut. Kisah tentang siapa Jayaprana telah turun-temurun diceritakan sebagai tanda sakralnya cerita rakyat tersebut.
Kisah Jayaprana dan Layonsari menceritakan tentang kesetiaan Layonsari kepada Jayaprana. Mendengar suaminya meninggal ia pun akhirnya menyusul kematian suaminya tersebut. Seperti istilah percintaan Romeo dan Juliet.
Mengutip laman disdukcapil.bulelengkab.go.id, dikisahkan pasangan suami istri di Desa Kalianget memiliki 2 anak laki-laki dan satu perempuan. Karena wabah penyakit menimpa desa tersebut, empat orang keluarga tersebut meninggal, dan hanya tersisa 1 anak laki-laki paling bungsu bernama I Nyoman Jayaprana.
Menjadi seorang anak yatim piatu, Jayaprana kecil memberanikan diri untuk datang dan mengabdi ke istana. Dia sangat rajin sehingga raja Kalianget sangat mengasihinya. Nyoman Jayaprana tumbuh besar, dalam usianya yang baru 12 tahun, sudah terlihat parasnya yang rupawan dan senyumnya yang manis.
Kisah tentang Jayaprana bersama Layonsari dianggap sebagai kisah cinta sejati dan abadi. Bahkan kisahnya sering diangkat dalam drama khas Bali atau teater. Cerita singkat Jayaprana dan Layonsari yang penuh dengan sarat hikmah telah memberikan banyak inspirasi.
Baca juga: Kisah Entong Gendut, Pendekar Betawi yang Melawan Penjajah dengan Kelewang
Untuk mengenang cerita tersebut telah berdiri sebuah pura yang menjadi saksi pilunya tragedi tersebut. Kisah tentang siapa Jayaprana telah turun-temurun diceritakan sebagai tanda sakralnya cerita rakyat tersebut.
Kisah Jayaprana dan Layonsari menceritakan tentang kesetiaan Layonsari kepada Jayaprana. Mendengar suaminya meninggal ia pun akhirnya menyusul kematian suaminya tersebut. Seperti istilah percintaan Romeo dan Juliet.
Mengutip laman disdukcapil.bulelengkab.go.id, dikisahkan pasangan suami istri di Desa Kalianget memiliki 2 anak laki-laki dan satu perempuan. Karena wabah penyakit menimpa desa tersebut, empat orang keluarga tersebut meninggal, dan hanya tersisa 1 anak laki-laki paling bungsu bernama I Nyoman Jayaprana.
Menjadi seorang anak yatim piatu, Jayaprana kecil memberanikan diri untuk datang dan mengabdi ke istana. Dia sangat rajin sehingga raja Kalianget sangat mengasihinya. Nyoman Jayaprana tumbuh besar, dalam usianya yang baru 12 tahun, sudah terlihat parasnya yang rupawan dan senyumnya yang manis.
Lihat Juga :