Imbas PPKM Level 3, Marak Pembatalan Pesanan Kamar Hotel di Jabar
Minggu, 21 November 2021 - 07:30 WIB
loading...
Rencana pemerintah yang akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 berdampak terhadap bisnis perhotelan. SINDnews/Agung
A
A
A
BANDUNG - Rencana pemerintah yang akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 berdampak terhadap bisnis perhotelan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar, Herman Muchtar mengungkapkan, banyak kamar hotel yang sebelumnya sudah dipesan oleh wisatawan yang ingin menikmati libur Nataru 2022 di Jabar.
Namun, mereka akhirnya membatalkan pesanannya. Menurutnya, pembatalan pesanan kamar hotel sebagai imbas kebijakan pemerintah pusat yang akan memberlakukan PPKM Level 3 selama libur Nataru 2022.
"Adanya larangan ini tentu pada batal (pesan hotel), itu hal wajar. Pasti banyak (pembatalan pesanan hotel)," ujar Herman, Sabtu (20/11/2021).
Meski begitu, Herman tetap optimistis bahwa sektor pariwisata, khususnya perhotelan di Jabar akan tetap berjalan dan tidak terdampak seperti awal penerapan PPKM Level 4.
"Di Bandung okupansi selama ini ada 50 persen, kalau skala Jabar ada 40 persen rata-rata," sebutnya.
Herman juga memastikan bahwa para pelaku pariwisata, khususnya bisnis perhotelan menerima kebijakan pemerintah pusat tersebut, agar kondisi perekonomian segera pulih.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar, Herman Muchtar mengungkapkan, banyak kamar hotel yang sebelumnya sudah dipesan oleh wisatawan yang ingin menikmati libur Nataru 2022 di Jabar.
Namun, mereka akhirnya membatalkan pesanannya. Menurutnya, pembatalan pesanan kamar hotel sebagai imbas kebijakan pemerintah pusat yang akan memberlakukan PPKM Level 3 selama libur Nataru 2022.
"Adanya larangan ini tentu pada batal (pesan hotel), itu hal wajar. Pasti banyak (pembatalan pesanan hotel)," ujar Herman, Sabtu (20/11/2021).
Meski begitu, Herman tetap optimistis bahwa sektor pariwisata, khususnya perhotelan di Jabar akan tetap berjalan dan tidak terdampak seperti awal penerapan PPKM Level 4.
"Di Bandung okupansi selama ini ada 50 persen, kalau skala Jabar ada 40 persen rata-rata," sebutnya.
Herman juga memastikan bahwa para pelaku pariwisata, khususnya bisnis perhotelan menerima kebijakan pemerintah pusat tersebut, agar kondisi perekonomian segera pulih.
Lihat Juga :