Diduga Terlibat Bom Gereja Katedral, 7 Orang Kembali Diamankan di Makassar
Senin, 26 April 2021 - 16:30 WIB
loading...
Aparat kepolisian mengevakuasi tubuh diduga pelaku pengeboman Gereja Katedral Makassar beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - Tim Densus 88 Mabes Polri dibantu PoldaSulselterus mengembangkan kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar yang diduga dilakukan kelompok teroris Jemaah Ansharut Daulah (JAD) . Hingga kini 43 orang terduga teroris diamankan dan ditangkap.
Kabid Humas Polda Sulsel , Kombes Pol E Zulpan mengatakan, teranyar tim gabungan mengamankan tujuh orang pria di Kota Makassar. Dia menyebut penangkapan dilakukan di wilayah Kecamatan Panakkukang, Rappocini, dan Manggala pada Minggu 25 April 2021.
Baca juga: Cegah Teror, Mahfud MD Minta Tokoh Agama Tata Kesadaran Masyarakat
Adapun yang diamankan masing-masing berinisial S (28), HM (39), R (27), RD (21), RH (44), M (39) dan DGL (51). Zulpan mengatakan umumnya mereka merupakan warga Kecamatan Manggala yang bekerja sebagai pegawai swasta di Makassar.Ketujuhnya di kediaman masing-masing bersama barang bukti, antara lain handphone.
"Ada benda-benda lain yang hari ini belum bisa kita ekspose. Karena masih dalam rangka pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya, Senin (26/4).
Perwira menengah Polri tiga bunga ini menyebut, ketujuhnya diduga terlibat dan mengetahui aksi bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri, L dan YSF. Kendati begitu, dia belum merinci keterlibatannya. Pun demikian dengan puluhan orang yang diamankan sebelumnya.
Baca juga: Mensos Risma Jenguk Korban Bom Bunuh Diri di Makassar dan Beri Santunan
Kabid Humas Polda Sulsel , Kombes Pol E Zulpan mengatakan, teranyar tim gabungan mengamankan tujuh orang pria di Kota Makassar. Dia menyebut penangkapan dilakukan di wilayah Kecamatan Panakkukang, Rappocini, dan Manggala pada Minggu 25 April 2021.
Baca juga: Cegah Teror, Mahfud MD Minta Tokoh Agama Tata Kesadaran Masyarakat
Adapun yang diamankan masing-masing berinisial S (28), HM (39), R (27), RD (21), RH (44), M (39) dan DGL (51). Zulpan mengatakan umumnya mereka merupakan warga Kecamatan Manggala yang bekerja sebagai pegawai swasta di Makassar.Ketujuhnya di kediaman masing-masing bersama barang bukti, antara lain handphone.
"Ada benda-benda lain yang hari ini belum bisa kita ekspose. Karena masih dalam rangka pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya, Senin (26/4).
Perwira menengah Polri tiga bunga ini menyebut, ketujuhnya diduga terlibat dan mengetahui aksi bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri, L dan YSF. Kendati begitu, dia belum merinci keterlibatannya. Pun demikian dengan puluhan orang yang diamankan sebelumnya.
Baca juga: Mensos Risma Jenguk Korban Bom Bunuh Diri di Makassar dan Beri Santunan
Lihat Juga :