Densus 88 Amankan 1 Pegawai BUMN yang Diduga Terlibat Jaringan JAD
Senin, 19 April 2021 - 18:10 WIB
loading...
Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap satu orang pegawai BUMN yang diduga terlibat jaringan kelompok teroris JAD. Foto: Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri terus mengembangkan kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar yang diduga dilakukan kelompok teroris Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Sejauh ini 33 orang diamankan terbaru satu pegawai BUMN di Maros.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan mengatakan petugas Densus 88 menangkap terduga teroris berinisial N, pria berusia 58 tahun, warga Kabupaten Maros. Zulpan mengatakan ia ditangkap pada Minggu, (18/04/2021) malam.
"Iya ada diamankan, satu orang lagi. Inisial N. Laki-laki kelahiran 1963. Kemarin diamankan di rumahnya di Kabupaten Maros. Saya tidak bisa sebut persis lokasinya. Nanti setelah selesai pemeriksaan oleh Densus 88 baru kita rilis semua," kata Zulpan lewat sambungan telepon, Senin, (19/4/2021).
Baca Juga: Mantan Napi Terorisme Ditembak Mati, Peneliti UI: Program Deradikalisasi Gagal
Perwira Polri tiga bunga ini menerangkan lelaki N itu merupakan pegawai salah satu perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Namun Zulpan lagi-lagi enggan menyebut pasti keterlibatan dalam kelompok JAD , serta aksi bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri, L dan YSF.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan mengatakan petugas Densus 88 menangkap terduga teroris berinisial N, pria berusia 58 tahun, warga Kabupaten Maros. Zulpan mengatakan ia ditangkap pada Minggu, (18/04/2021) malam.
"Iya ada diamankan, satu orang lagi. Inisial N. Laki-laki kelahiran 1963. Kemarin diamankan di rumahnya di Kabupaten Maros. Saya tidak bisa sebut persis lokasinya. Nanti setelah selesai pemeriksaan oleh Densus 88 baru kita rilis semua," kata Zulpan lewat sambungan telepon, Senin, (19/4/2021).
Baca Juga: Mantan Napi Terorisme Ditembak Mati, Peneliti UI: Program Deradikalisasi Gagal
Perwira Polri tiga bunga ini menerangkan lelaki N itu merupakan pegawai salah satu perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Namun Zulpan lagi-lagi enggan menyebut pasti keterlibatan dalam kelompok JAD , serta aksi bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri, L dan YSF.
Lihat Juga :