Tolak Perluasan Kebun Sawit di Lepar Pongok, Warga Rame-rame Datangi Lokasi

loading...
Tolak Perluasan Kebun Sawit di Lepar Pongok, Warga Rame-rame Datangi Lokasi
Warga Tanjung Labu beramai-ramai mendatangi Perkebunan Sawit PT SNS. Mereka menolak perusahaan itu untuk memperluas kebun sawit. Foto: Istimewa
BANGKA SELATAN - Perluasan area perkebun sawit PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) di Desa Tanjung Labu, Kecamata Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan , Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) kembali bergejolak.

Warga setempat pun melakukan aksi dan beramai-ramai mendatangi area perkebunan PT SNS di wilayah setempat guna menolak perluasan area perkebunan sawit tersebut, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Gubernur Babel Janji Bangun Talud dan Relokasi 30 Rumah Warga di Pulau Gersik

Kepala Desa Tanjung Labu Rusli membenarkan adanya aksi penolakan warga terhadap perluasan perkebunan sawit yang dilakukan PT SNS di Desa Tanjung Labu.

“Warga sudah berulang kali meminta pihak perusahaan untuk tidak lagi memperluas kebun sawitnya, apalagi lokasi yang digarap saat ini sebagian masuk lahan warga, sebagian lagi masuk ke hutan cadangan warga untuk mengambil kayu, makanya hari ini warga melakukan aksi,” kata dia, Rabu (3/3/2021).



Baca juga: Pesisir Barat Gempar! Anggota TNI AL Terkapar usai Duel dengan Petani Gara-gara Rebutan Lahan Sawit

Sebelumnya kata dia, ewarga setempat sudah berulang kali menegur PT SNS untuk tidak lagi memperluas “Ke kami selaku Pemdes tidak pernah koordinasi terkait perluasan kebun mereka, akhirnya inilah puncak kekecewaan warga," ucapnya.

Dia menegaskan, pihak Pemdes Tanjung Labu bersama warga tetap menolak adanya perluasan kebun sawit oleh PT SNS di desanya sampai kapan pun. “Kami minta kepada PT SNS untuk tidak melakukan perluasan kebun lagi karena warga di sini menolak," katanya.

Baca juga: Diduga Disekap dan Dicabuli, Siswi SMK Surabaya Laporkan Kepala Sekolah ke Polisi

Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Siswanto mengatakan, kondisi di Desa Tanjung Labu pascaaksi warga tersebut saat ini sudah kondusif. “Kondisinya sudah kondusif, warga juga kita himbau untuk tidak melakukan aksi lagi," katanya.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top