Kasus COVID-19 Merangkak Naik, Pemprov Jatim Dianggap Kurang Tegas Menangani
Selasa, 15 Desember 2020 - 20:38 WIB
loading...
Pemprov Jatim, dinilai kurang tegas dalam menangani COVID-19. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Windhu Purnomo meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) lebih tegas dalam upaya pengendalian kasus COVID-19 . Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan pergerakan sosial.
(Baca juga: Didukung Perindo, Ali Ibrahim-Muhammad Sinen Menang Telak di Pilwali Tidore )
Menurut Windhu, selama ini, upaya pengendalian penyebaran virus corona hanya sebatas imbauan pada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Padahal, kata dia, kecil kemungkinan imbauan itu akan dihiraukan masyarakat.
"Selama ini pemerintah hanya imbauan saja. Jangan keluar kota, jangan berlibur dan di rumah saja. Kalau hanya imbauan saja orang mau keluar ya keluar," katanya, Selasa (15/12/2020).
Dia menegaskan bahwa, penularan COVID-19 hanya bisa dihentikan jika ada pembatasan pergerakan sosial. Jadi, bukan hanya sebatas memakai masker dan cuci tangan menggunakan sabun.
(Baca juga: Bawaslu Banten Temukan Dugaan Pelanggaran Saat Hari Pencoblosan )
(Baca juga: Didukung Perindo, Ali Ibrahim-Muhammad Sinen Menang Telak di Pilwali Tidore )
Menurut Windhu, selama ini, upaya pengendalian penyebaran virus corona hanya sebatas imbauan pada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Padahal, kata dia, kecil kemungkinan imbauan itu akan dihiraukan masyarakat.
"Selama ini pemerintah hanya imbauan saja. Jangan keluar kota, jangan berlibur dan di rumah saja. Kalau hanya imbauan saja orang mau keluar ya keluar," katanya, Selasa (15/12/2020).
Dia menegaskan bahwa, penularan COVID-19 hanya bisa dihentikan jika ada pembatasan pergerakan sosial. Jadi, bukan hanya sebatas memakai masker dan cuci tangan menggunakan sabun.
(Baca juga: Bawaslu Banten Temukan Dugaan Pelanggaran Saat Hari Pencoblosan )
Lihat Juga :