Oalah Rek! Stiker Calon Wali Kota di Kotak Permakanan Lansia
Jum'at, 20 November 2020 - 20:59 WIB
loading...
Gus Amik bersama tim melaporkan dugaan pilkada Surabaya ke Bawaslu Surabaya, Jumat (20/11/2020). Foto/SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Jelang Pilwali Kota Surabaya , ada-ada saja ulah para pendukung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota. Tidak puas dengan Alat Peraga Kampanye (APK) yang tersebar di setiap sudut kota, kini ditemukan stiker bergambar paslon di kotak permakanan lansia.
Hal itu diungkapkan Miratul Mukminin atau Gus Amik saat melayangkan laporan dugaan pelanggaran pilkada Surabaya ke Bawaslu, Jumat (20/11/2020).(Baca juga: Politik Uang Tidak Efektif Pengaruhi Pilihan Warga Surabaya )
Gus Amik mengungkapkan, didalam kotak permakanan tersebut terselip stiker bergambar paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi - Armuji. Padahal permakanan ini menggunakan anggaran APBD Pemkot Surabaya.
"Maka saya datang kesini, ke Bawaslu melaporkan secara resmi dugaan pelanggaran pilkada yang kita lengkapi dengan bukti berupa kronologis kejadian, gambar, dokumen, video, dan juga saksi yang menjadi syarat kelengkapan pelaporan," katanya.
Selain dugaan pelanggaran stiker dikotak permakanan, Ketua Tim Pemenangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) ini juga melaporkan adanya pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang difasilitasi oleh pemkot Surabaya, tetapi dengan memanfaatkan paslon nomor urut 1 bersama dengan kepala dinas dan RW setempat.
"Semua ada bukti. Chatingnya ada, kemudian bukti fotonya ada dan saksi juga ada. Saksinya adalah masing-masing ketua RW dan wakil ketua RW," ungkapnya.(Baca juga: Ribuan Petugas KPPS Siap Jalani Rapid Test )
Kemudian Gus Amik juga melaporkan dugaan pelanggaran Roadshow Online Surabaya Berenergi. Kasus ini sebelumnya pernah dilaporkan dari berbagai elemen, namun belum ada penyelesaian secara tuntas.
Hal itu diungkapkan Miratul Mukminin atau Gus Amik saat melayangkan laporan dugaan pelanggaran pilkada Surabaya ke Bawaslu, Jumat (20/11/2020).(Baca juga: Politik Uang Tidak Efektif Pengaruhi Pilihan Warga Surabaya )
Gus Amik mengungkapkan, didalam kotak permakanan tersebut terselip stiker bergambar paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi - Armuji. Padahal permakanan ini menggunakan anggaran APBD Pemkot Surabaya.
"Maka saya datang kesini, ke Bawaslu melaporkan secara resmi dugaan pelanggaran pilkada yang kita lengkapi dengan bukti berupa kronologis kejadian, gambar, dokumen, video, dan juga saksi yang menjadi syarat kelengkapan pelaporan," katanya.
Selain dugaan pelanggaran stiker dikotak permakanan, Ketua Tim Pemenangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) ini juga melaporkan adanya pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang difasilitasi oleh pemkot Surabaya, tetapi dengan memanfaatkan paslon nomor urut 1 bersama dengan kepala dinas dan RW setempat.
"Semua ada bukti. Chatingnya ada, kemudian bukti fotonya ada dan saksi juga ada. Saksinya adalah masing-masing ketua RW dan wakil ketua RW," ungkapnya.(Baca juga: Ribuan Petugas KPPS Siap Jalani Rapid Test )
Kemudian Gus Amik juga melaporkan dugaan pelanggaran Roadshow Online Surabaya Berenergi. Kasus ini sebelumnya pernah dilaporkan dari berbagai elemen, namun belum ada penyelesaian secara tuntas.
Lihat Juga :