Kisah Arya Wiraraja Adipati Madura Penasihat Raden Wijaya, Ahli Strategi di Balik Kejayaan Majapahit

Minggu, 04 September 2022 - 07:28 WIB
loading...
Kisah Arya Wiraraja Adipati Madura Penasihat Raden Wijaya, Ahli Strategi di Balik Kejayaan Majapahit
Arya Wiraraja atau Banyak Wide, Adipati Madura merupakan salah satu tokoh penting di balik berdirinya Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Raden Wijaya. Foto/Ilustrasi/Okezone
A A A
ARYA Wiraraja atau Banyak Wide merupakan salah satu tokoh penting di balik berdirinya Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Raden Wijaya. Majapahit kemudian berkembang dan maju serta menjadi kerajaan yang disegani.

Kisah Arya Wiraraja Adipati Madura Penasihat Raden Wijaya, Ahli Strategi di Balik Kejayaan Majapahit

Candi Gapura I di Gunung Penanggungan, Pasuruan, Jatim merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Foto/Dok.SINDOnews

Sosok Arya Wiraraja merupakan orang dekat sekaligus kepercayaan Raden Wijaya atau Nararya Sangramawijaya, sang pendiri Kerajaan Majapahit.

Baca juga: Kisah Serangan Berdarah Raden Wijaya, Hancurkan 18.000 Pasukan Mongol

Sebelum menjadi orang kepercayaan Raden Wijaya, Arya Wiraraja merupakan pejabat penting di istana Kerajaan Singasari yang saat itu dipimpin Raja Kertanegara.

Dalam Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Harsawijaya dikisahkan bahwa Arya Wiraraja menjabat sebagai Rakryan Demung. Sementara Babad Pararaton dan Kidung Ronggolawe menyebut Arya Wiraraja sebagai Babatangan atau penasehat Kenegaraan Raja Kertanagara.

Kisah Arya Wiraraja Adipati Madura Penasihat Raden Wijaya, Ahli Strategi di Balik Kejayaan Majapahit

Candi GapuraI di sisi timur Gunung Penanggungan, Pasuruan, Jatim merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Foto/Dok.SINDOnews

Saat itu Arya Wiraraja menjadi tokoh muda yang pintar dengan strategi cemerlang sehingga jadi penasihat raja.

Tetapi perbedaan pendapat membuat Arya Wiraraja akhirnya disingkirkan Kertanegara ke Sumenep, Madura. Arya Wiraraja diusir secara halus dengan diangkat menjadi adipati di Madura Timur pada 1269 Masehi.

Dia yang masih bernama Banyak Wide kemudian mendapat gelar Arya Wiraraja atau pemimpin yang berani.

Baca juga: Kesetiaan Lembu Sora Jadi Alas Duduk dan Gendong Istri Raden Wijaya

Dalam perjalanannya, kisruh perebutan kekuasaan di Kerajaan Singasari serta pemberontakan dari Bupati Gelang-gelang, Jayakatwang akhirnya membuat Raja Kertanegara tewas.

Kerajaan Singasari pun akhirnya tamat pada 1292 Masehi. Raden Wijaya yang merupakan menantu Raja Kertanegara kemudian dikejar-kejar Jayakatwang.

Raden Wijaya yang lari dari Singasari kemudian ditampung oleh Arya Wiraraja yang berkuasa di Sumenep, Madura. Hingga kemudian jalinan persabatan keduanya berlanjut saat mendirikan Kerajaan Majapahit.

Arya Wiraraja menampung dan melindungi sosok yang dikejar Jayakatwang karena dulu saat masih muda pernah mengabdi kepada kakek Raden Wijaya yang bernama Narasingamurti.

Baca juga: Mpu Nambi, Sosok Penting yang Bantu Raden Wijaya Mendirikan Kerajaan Majapahit

Dikutip dari buku "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru: Menafsir Ulang Sejarah Majapahit Timur" karya Mansur Hidayat, Arya Wiraraja merupakan penasihat utama Wangsa Rajasa (keturunan Ken Arok-Ken Dedes) yang dipimpin oleh Raden Wijaya.

Dalam memutuskan sebagian besar kebijakannya, Raden Wijaya selalu meminta nasihat dan bantuan Arya Wiraraja.

Tercatat banyak utang budi Raden Wijaya kepada Arya Wiraraja, mulai dari membantu pelarian Raden Wijaya dari Singasari dan menampungnya di Madura Timur.

Selanjutnya permohonan pengampunan pada Raja Jayakatwang, bantuan pasukan untuk mendirikan desa Majapahit. Selain itu, penyerangan dan penghancuran Kerajaan Kediri di bawah Jayakatwang dan pengusiran tentara Mongol merupakan bukti betapa Raden Wijaya sangat tergantung kepada Arya Wiraraja

Baca juga: Raden Wijaya Pewaris Hak Tahta Kerajaan Sunda Galuh, Pendiri Kerajaan Majapahit

Setelah Kerajaan Daha yang dipimpin Jayakatwang hancur dan Mongol berhasil diusir, Arya Wiraraja memutuskan menetap sementara waktu di Majapahit. Dia lantas terlibat aktif dalam persiapan upacara penobatan Raden Wijaya sebagai Raja Majapahit.

Sang Raja Majapahit itu lantas berjanji akan membagi dua tanah Jawa jika perjuangannya berhasil mengembangkan kerajaan. Di sisi lain sang Arya Wiraraja memutuskan meninggalkan Madura beserta keluarga dan pasukannya ke Lamajang.

Pada tahun 1294 atau setahun setelah Majapahit didirikan, Arya Wiraraja dinobatkan sebagai raja yang memerintah di Kerajaan Lamajang Tigang Juru.



Kerajaan ini merupakan kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri menguasai beberapa wilayah bawahan lainnya seperti Panarukan, Blambangan, Madura, dan Bali dengan ibukota di Lamajang.

Hubungan baik Arya Wiraraja dengan Raden Wijaya pun berlanjut saat Raden Wijaya membentuk pemerintahan pertamanya. Putra Arya Wiraraja, Mpu Nambi yang merupakan teman seperjuangan Raden Wijaya diangkat menjadi Mahapatih Amangkubhumi Majapahit pertama.

Sedangkan Ranggalawe yang juga anak Arya Wiraraja lainnya pun diangkat oleh Raden Wijaya menjadi Menteri Mancanagera yang diberi wilayah di Tuban, yang merupakan pelabuhan besar pada waktu itu.

Mpu Sora yang merupakan salah satu adik ipar Arya Wiraraja dan paman Ranggalawe, sekaligus pengawal Raden Wijaya saat melarikan diri dari Singasari diangkat menjadi patih di Daha.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1464 seconds (10.55#12.26)