Sulsel Kejar Target Imunisasi Harian 24.295 Orang Anak

Jum'at, 19 Agustus 2022 - 17:00 WIB
loading...
Sulsel Kejar Target Imunisasi Harian 24.295 Orang Anak
Provinsi Sulawesi Selatan masih harus bekerja keras untuk mengejar target capaian imunisasi dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional atau BIAN. Foto: Sindonews/dok
A A A
MAKASSAR - Provinsi Sulawesi Selatan masih harus bekerja keras untuk mengejar target capaian imunisasi dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional atau BIAN. Pasalnya, batas akhir perpanjangan BIAN hanya sampai 13 September 2022.

Hingga 18 Agustus 2022, Sulawesi Selatan telah memberikan imunisasi campak dan rubella kepada 1.269.337 anak atau sebanyak 69,74 persen dari total sasaran 1.820.100. Sementara, minimum target yang harus dicapai adalah 95 persen atau sekitar 1.729.095 anak.

Baca Juga: Pekan Imunisasi Dunia, Sekda Jabar: Luruskan Informasi yang Tidak Tepat tentang Imunisasi

Dengan capaian itu, secara nasional Sulawesi Selatan saat ini berada di urutan ke-2 cakupan tertinggi untuk imunisasi campak rubella setelah provinsi Lampung.

Kendati demikian, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Erwan Tri Sulistyo mengatakan, pihaknya masih harus memberikan imunisasi sebanyak 24.295 anak dalam sehari untuk mencapai target yang ditetapkan.

"Untuk mencapai target 95% cakupan di akhir masa perpanjangan BIAN, maka kami harus mampu mengejar target harian sebanyak 24.295 anak yang diimunisasi Campak Rubella setiap harinya. Oleh karena itu diperlukan strategi tersendiri dalam mengakselerasi pelayanan BIAN dan cakupan harian imunisasi campak rubella sesuai target tersebut," ungkap Erwan.

Di sisi lain, cakupan imunisasi lain masih tergolong rendah. Sejak launching BIAN pada tanggal 18 Mei 2022, imunisasi kejar IPV (inactivated polio vaccine) atau polio injeksi baru di angka 7,91%, kemudian imunisasi OPV (Oral Polio Vaccine) atau polio tetes baru 12.66%, dan imunisasi DPT-HB-Hib atau Pentabio masih di angka 8.34%.

Erwan menyebutkan, besarnya selisih capaian imunisasi tersebut dengan imunisasi campak rubella disebabkan banyaknya kabupaten kota yang menganggap bahwa cakupan anak dengan IDL (Imunisasi Dasar Lengkap), sudah cukup bagus sehingga dianggap tidak ada lagi imunisasi yang perlu.

Di samping itu, beberapa daerah juga ada yang memang lebih mengutamakan mengejar capaian imunisasi campak rubella.

"Jadi yang OPV dan lain-lain itu belum dikerjakan. Padahal ini imunisasi oral, bukan suntik. Kader posyandu pun bisa meneteskan vaksinnya ke anak," ucapnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1925 seconds (11.252#12.26)