Kisah Syekh Yusuf Al-Makassari, Pendakwah Besar yang Membuat Kompeni Belanda Tergetar

Minggu, 23 Januari 2022 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Pada masa-masa sebelum 1658 inilah Syekh Yusuf bertemu dengan Syekh Nuruddin Ar-Raniri di Aceh. Dari Syekh Nuruddin Ar-Raniri inilah Syekh Yusuf belajar dan mendapatkan ijazah Tarekat Qodiriyah. Dari Aceh, Syekh Yusuf kemudian bertolak ke Gujarat, Yaman, Damaskus (Suriah) hingga akhirnya ke Makkah dan Madinah.

Baca juga: Letusan Dahsyat Gunung Kelud, Menandai Lahirnya Raja Termasyhur Majapahit Hayam Wuruk

Selama 20 tahun lebih berkelana, ia telah menamatkan pelajaran dari tak kurang 17 guru terkenal, mulai dari tarekat Naqsyabandiyah, Syatariyah, Qadiriyah, hingga Khalwariyah yang kemudian bahkan lekat dengan namanya.

Selesai menimba ilmu, Syekh Yusuf kembali ke Nusantara. Konon, ia tidak kembali ke Gowa, tetapi ke Banten, dan bertempat tinggal di wilayah kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa.

Di Banten, sekitar tahun 1670 Syekh Yusuf diangkat menjadi mufti (penasihat spiritual) dengan murid dari berbagai daerah, termasuk 400 orang asal Makassar yang dipimpin oleh Ali Karaeng Bisai.

Syekh Yusuf tinggal di sana, dan kemudian menikah lagi dengan putri Sultan Ageng Tirtayasa. Kedalaman ilmu yang dimiliki Syekh Yusuf menjadikan dia begitu cepat terkenal. Banten pun dikenal sebagai pusat pendidikan Islam.

Banyak orang berdatangan dari berbagai penjuru negeri untuk belajar kepada Syekh Yusuf. Selain ilmu-ilmu syariat, Syekh Yusuf juga mengajarkan murid-muridnya ilmu beladiri untuk berjuang bersama melawan penjajah Belanda.

Baca juga: Kisah Syekh Maulana Malik Ibrahim, Memiliki Karomah Turunkan Hujan dan Disegani Raja Majapahit

Maka, tak heran banyak di antara para pendekar di Kesultanan Banten adalah murid Syekh Yusuf. Mereka dikenal kebal terhadap senjata, sehingga membuat pasukan Belanda khawatir. Singkat cerita, Belanda mencari cara untuk menaklukkan Kesultanan Banten. Beragam cara dilakukan, antara lain mengadu domba keluarga sultan.

Ketika pasukan Sultan Ageng dikalahkan Belanda tahun 1682, Syekh Yusuf turut terlibat dalam perang gerilya. Namun, pada tahun ini juga Syekh Yusuf ditangkap oleh Belanda. Awalnya, Syekh Yusuf ditahan di Cirebon kemudian dipindahkan ke Batavia (Jakarta).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Rupiah Cetak Rekor Terlemah...
Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.700 per Dolar AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Besok, Prabowo Resmikan...
Besok, Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
Rekomendasi
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Berita Terkini
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved