83 Orang Keracunan Makanan Hajatan di Tasikmalaya, 1 Tewas

Minggu, 23 Januari 2022 - 00:02 WIB
loading...
83 Orang Keracunan Makanan Hajatan di Tasikmalaya, 1 Tewas
Sebanyak 83 orang warga Desa Sodonghilir, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami keracunan makanan. Foto/iNews TV/Asep Juhariyono
A A A
TASIKMALAYA - Usai menyantap hidangan dalam acara hajatan, sebanyak 83 warga Desa Sodonghilir, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami keracunan massal. Bahkan, satu warga dilaporkan tewas keracunan. Hajatan itu sendiri digelar pada Kamis (20/1/2022).

Baca juga: 8 Warga Jampangtengah Sukabumi Keracunan Usai Santap Nasi Kotak Hajatan

Warga di Kampung Narawita, Desa Sodonghilir, yang menyantap makanan dalam acara hajatan itu, mulai merasakan gejala keracunan pada keesokan harinya, yakni pada Jumat (21/2/2022) pagi. Warga yang keracunan langsung dilarikan ke Puskesmas Sodonghilir.



Kepala Puskesmas Sodonghilir, Popon Herlina mengungkapkan, pada Jumat (21/1/2022) warga mulai merasakan gejala mual, pusing, buang air besar, dan demam. "Saat ini ada sebanyak 83 orang yang mengalami keracunan, mereka masuk ke puskesmas secara bertahap, awalnya pada hari Kamis (20/1/2022) malam yang masuk ke puskesmas tujuh orang," ungkapnya.

Baca juga: Nyanyian Kepala Dinas PUPR, Berujung Pencopotan Kapolres OKU Timur

Pada Jumat (21/1/2022) subuh, satu orang meninggal dunia karena korban mengalami dehidrasi, akibat korban memiliki penyakit penyerta hipertensi dan jantung. Pada sore harinya, korban yang dirawat bertambah dua orang, menjadi sembilan orang yang dirawat, termasuk satu orang yang meninggal.

Dari 83 orang yang mengalami keracunan, hingga saat ini korban yang masih dirawat tinggal dua orang, dan 80 orang di antaranya kini menjalani rawat jalan.

Baca juga: Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Bus di Tol Cipali, 2 Tewas dan 4 Luka Berat

Saat ini Puskesmas Sodonghilir, masih melakukan pemantauan karena ada 24 orang di Desa Sukabakti yang merupakan saudara yang punya hajat juga mengalami keracunan makanan, namun kondisinya mereka sudah mulai sembuh.

"Dari 83 orang yang mengalami keracunan tersebut, kebanyakan orang dewasa. Anak-anak ada delapan. Saat ini kami masih terus melakukan pemantauan, karena kawatir ada korban keracunan lainnya yang belum ditangani," pungkasnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1785 seconds (10.101#12.26)