Eks Raja Spanyol Diselidiki soal Suap Kereta Peluru Makkah-Madinah

Selasa, 09 Juni 2020 - 13:33 WIB
loading...
Eks Raja Spanyol Diselidiki...
Kereta peluru Haramain yang diresmikan beberapa tahun lalu. Foto/ist
A A A
MADRID - Kejaksaan Agung Spanyol sedang menyelidiki dugaan suap jutaan poundsterling yang diterima mantan Raja Spanyol Juan Carlos dari Arab Saudi . Suap tersebut berkaitan dengan pengerjaan proyek kereta peluru yang menghubungkan kota Makkah dan Madinah.

"Penyelidikan ini kompleks dan mengingat signifikansi institusional, ini akan diurus oleh salah satu pemimpin Kejaksaan Agung dan tiga asisten," kata kantor kejaksaan Spanyol dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Sky News, Selasa (9/6/2020).

Penyelidikan ini dilakukan atas mandat yang diberikan pengadilan tertinggi di Spanyol . Carlos diduga dibayar untuk memfasilitasi proyek yang dikerjakan konsorsium kereta peluru Spanyol tersebut. Kontrak proyek kereta dimulai pada 2011, tetapi penyelidikan dimulai sejak Juni 2014, atau saat Juan Carlos turun takhta setelah didera beberapa skandal.

Dengan menyerahkan takhta setelah hampir empat dekade kepada putranya, Raja Felipe VI, Juan Carlos kehilangan perlindungan yang diberikan oleh konstitusi Spanyol kepada kepala negara.

(Baca: Pangeran Arab Saudi Meninggal Diduga karena Covid-19)

Juan Carlos adalah pemimpin yang populer saat ia membantu transisi Spanyol ke demokrasi pada akhir 1970-an. Tetapi selama satu dekade terakhir, skandal keuangannya telah mengikis popularitas itu.

Dua proposal untuk membuka penyelidikan parlemen terhadap Carlos berakhir dengan kegagalan setelah beberapa legislator menolaknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Geledah Kantor BPK...
KPK Geledah Kantor BPK Sumsel terkait Kasus Opini WTP Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Imigrasi Surabaya Gagalkan...
Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan 18 Calon Haji Ilegal, Korban Rugi hingga Rp290 Juta
Ada Benda Asing Masuk...
Ada Benda Asing Masuk Lintasan, Whoosh Berhenti di Jalur Layang Kopo
Jelang Imlek, Penumpang...
Jelang Imlek, Penumpang Whoosh Tembus 25 Ribu Orang Per Hari
OTT KPK Terhadap Hakim...
OTT KPK Terhadap Hakim PN Depok Terkait Kasus Dugaan Suap Sengketa Lahan
Suap-Menyuap Termasuk...
Suap-Menyuap Termasuk Bentuk Korupsi yang Dilaknat, Begini Penjelasannya
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Rekomendasi
Mbappe Tembus 20 Gol,...
Mbappe Tembus 20 Gol, Deretan Rekor Warnai Kemenangan Prancis
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Viral Surat Edaran Peningkatan...
Viral Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan, Ini Penjelasan Kejagung
Berita Terkini
Geledah Ruko di Cipete...
Geledah Ruko di Cipete Selatan, Polda Metro Jaya Sita Dokumen dan Komputer
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved