Kisah Perebutan Monopoli Perdagangan Cengkeh Spanyol dan VOC Belanda di Maluku

Selasa, 17 Desember 2024 - 06:53 WIB
loading...
Kisah Perebutan Monopoli...
Kapal layar VOC berlabuh di Laut Banda, Kepulauan Maluku. VOC terlibat perebutan monopoli perdagangan cengkeh dengan Spanyol di Maluku. FOTO/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE FILM PERANG AMBON vs VOC BELANDA
A A A
VOC , perusahaan dagang Belanda, memperluas pengaruhnya ke wilayah timur Nusantara. Salah satu daerah yang diincar oleh VOC adalah Pulau Ternate di Kepulauan Maluku . Perebutan wilayah dengan Spanyol pun tak terhindarkan, bahkan benteng Spanyol di Pulau Bacan juga direbut oleh VOC.

Benteng itu kemudian diberi nama Fort Barnevelt. Tak berselang lama, VOC Belanda selama dua tahun berhasil membangun benteng-benteng yang dilengkapi oleh 500 orang tentara di daerah Taloko, Takome, dan Kalamata, Pulau Ternate; Tapasoho, Ngofakiaha, dan Tabalola di Pulau Makian; dan beberapa lagi di Jailolo atau Halmahera, dan Pulau Tidore.

Kebijakan monopoli cengkeh VOC di Maluku mengalami perubahan di sekitar tahun 1650-an. Perubahan itu sudah tampak sejak Sultan Hamzah (1627-1648), adik Sultan Baabullah, masih muda. Saat itu Hamzah, adik Sultan Baabullah pernah disandera oleh Gubernur Jenderal Spanyol Pedro da Cunha menyandera Sultan Said ke Manila. Ia baru kembali ke Ternate, sekitar 1627 dan langsung dipilih oleh Dewan Kerajaan sebagai sultan.



Dikutip dari "Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia", salah satu hambatan yang dihadapi Hamzah untuk melaksanakan cara pemerintahan yang otokratis itu adalah perlawanan dari keluarga Tomagola, yang sejak abad ke-16 telah diberi hak untuk berkuasa di Jazirah Hoamoal di Seram, dan di pulau-pulau sekitarnya, termasuk di Jazirah Hitu, Pulau Ambon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa M5,2 Guncang Maluku...
Gempa M5,2 Guncang Maluku Sore Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Gempa M5,1 Guncang Timur...
Gempa M5,1 Guncang Timur Laut Maluku
DPRD Maluku Minta Warga...
DPRD Maluku Minta Warga Kota Tual Jaga Kondusivitas Usai Bentrokan di Fidatan
Gempa M5,7 Guncang Tanimbar,...
Gempa M5,7 Guncang Tanimbar, Tidak Berpotensi Tsunami
Tim SAR Gabungan Tutup...
Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Pencarian Korban KM Putri Sakinah
Spanyol Panggil Dubes...
Spanyol Panggil Dubes Israel Terkait Pencegatan Armada Gaza
Kuasa Hukum PPP Maluku...
Kuasa Hukum PPP Maluku Anggap Tim Sengketa Internal DPP Tak Punya Legitimasi Hukum
Sering Dikritik Spanyol,...
Sering Dikritik Spanyol, AS Ancam Tangguhkan Keanggotaan Negeri Matador di NATO
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved