Residivis di Lutra Nyaris Tewas Ditembak Polisi Berkali-kali
Senin, 11 Oktober 2021 - 23:48 WIB
loading...
Kondisi residivis yang kini terbaring di ruang perawatan media di RS Andi Djemma Masamba usai ditembak karena melawan saat akan ditangkap. Foto: iNewsTV/ Nasruddin Rubak
A
A
A
LUWU UTARA - Seorang residivis kasus penganiayaan dan pembakaran di Luwu Utara , Sulawesi Selatan (Sulsel), nyaris tewas setelah ditembak berkali-kali oleh polisi. Kini, residivis itu terbaring kritis di Rumah Sakit Andi Djemma Masamba.
Residivis yang bernama Ilham (30) itu, diketahui mengalami lima luka tembakan di tubuhnya. Selain ditembak, pelaku juga mengalami luka robek di pelipis kiri dan luka di kepala, yang diduga berasal dari hantaman benda tumpul.
Baca juga: Viral, Oknum Guru di Minsel Tertangkap Kamera Remas Payudara Siswi SMA
Pelaku dilumpuhkan aparat Polres Luwu Utara dengan lima kali tembakan. Empat tembakan diarahkan ke paha, satu tembakan lainnya mengenai punggung hingga terpaksa dilakukan operasi pemotongan usus.
Tak hanya mendapat lima luka tembakan, pelaku juga diduga mendapat penganiayaan berat, terbukti dengan adanya luka terbuka di pelipis kiri dan luka di batok kepala yang diduga berasal dari hantaman benda tumpul.
Baca juga: Siasat Gajah Mada dan Persaingan Menumpas Pemberontakan Sadeng dan Keta
Pihak keluarga mengaku kecewa dengan tindakan aparat kepolisian yang dianggap berlebihan, karena melakukan tembakan bertubi-tubi terhadap satu orang bahkan ada dugaan unsur penganiayaan berat di dalamnya.
Residivis yang bernama Ilham (30) itu, diketahui mengalami lima luka tembakan di tubuhnya. Selain ditembak, pelaku juga mengalami luka robek di pelipis kiri dan luka di kepala, yang diduga berasal dari hantaman benda tumpul.
Baca juga: Viral, Oknum Guru di Minsel Tertangkap Kamera Remas Payudara Siswi SMA
Pelaku dilumpuhkan aparat Polres Luwu Utara dengan lima kali tembakan. Empat tembakan diarahkan ke paha, satu tembakan lainnya mengenai punggung hingga terpaksa dilakukan operasi pemotongan usus.
Tak hanya mendapat lima luka tembakan, pelaku juga diduga mendapat penganiayaan berat, terbukti dengan adanya luka terbuka di pelipis kiri dan luka di batok kepala yang diduga berasal dari hantaman benda tumpul.
Baca juga: Siasat Gajah Mada dan Persaingan Menumpas Pemberontakan Sadeng dan Keta
Pihak keluarga mengaku kecewa dengan tindakan aparat kepolisian yang dianggap berlebihan, karena melakukan tembakan bertubi-tubi terhadap satu orang bahkan ada dugaan unsur penganiayaan berat di dalamnya.
Lihat Juga :