Klaster Baru COVID-19 Terus Bermunculan, Awas Kota Malang Bisa Masuk Zona Merah
Senin, 21 Juni 2021 - 19:34 WIB
loading...
Akses jalan di RW 1 Kelurahan Rampalcelaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, ditutup, karena banyaknya warga yang terpapar COVID-19. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A
A
A
MALANG - Kasus COVID-19 di Kota Malang, terus mengalami peningkatan. Klaster baru penularan COVID-19 bermunculan di sejumlah kelurahan. Terbaru ada di RW 1 Kelurahan Rampalcelaket, Kecamatan Klojen.
Baca juga: COVID-19 Menggila, Usai Gelar Hajatan Satu Dusun di Kabupaten Malang Lockdown
RW 1 yang melingkupi sembilan RT tersebut, kini mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, setelah ada 15 warganya yang dinyatakan positif COVID-19 , dan ada yang meninggal dunia akibat COVID-19 .
Korlap Pemakaman dan penyemportan BPBD Kota Malang, Cornelia Selviana Ayu menyebutkan, setelah muncul warga yang terpapar COVID-19 , akhirnya ada permintaan untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. "Kami lakukan penyemprotan di seluruh wilayah RW 1," tuturnya.
Baca juga: Tumpes Kelor, Cara Keji Belanda Menghabisi Keturunan Untung Surapati di Jawa Timur
Lurah Rampalcelaket, Sabardi mengatakan, munculnya klaster baru penularan COVID-19 di RW 1 tersebut, berawal dari adanya kegiatan takziah. "Ada salah satu warga yang meninggal dunia, gejala sakitnya mirip COVID-19 ," ungkapnya.
Baca juga: COVID-19 Menggila, Usai Gelar Hajatan Satu Dusun di Kabupaten Malang Lockdown
RW 1 yang melingkupi sembilan RT tersebut, kini mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, setelah ada 15 warganya yang dinyatakan positif COVID-19 , dan ada yang meninggal dunia akibat COVID-19 .
Korlap Pemakaman dan penyemportan BPBD Kota Malang, Cornelia Selviana Ayu menyebutkan, setelah muncul warga yang terpapar COVID-19 , akhirnya ada permintaan untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. "Kami lakukan penyemprotan di seluruh wilayah RW 1," tuturnya.
Baca juga: Tumpes Kelor, Cara Keji Belanda Menghabisi Keturunan Untung Surapati di Jawa Timur
Lurah Rampalcelaket, Sabardi mengatakan, munculnya klaster baru penularan COVID-19 di RW 1 tersebut, berawal dari adanya kegiatan takziah. "Ada salah satu warga yang meninggal dunia, gejala sakitnya mirip COVID-19 ," ungkapnya.
Lihat Juga :