Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Cerita Pagi

Tumpes Kelor, Cara Keji Belanda Menghabisi Keturunan Untung Surapati di Jawa Timur

loading...
Tumpes Kelor, Cara Keji Belanda Menghabisi Keturunan Untung Surapati di Jawa Timur
Untung Surapati. Foto/Ist.
Mengerahkan kekuatan orang-orang Madura, Surabaya, dan tentara Eropa, Kolonial Belanda membersihkan seluruh keturunan Untung Surapati beserta pengikutnya. Sedikitnya 57-an orang ditangkap. Mereka dibawa ke Semarang, untuk dipenjara. Dalam operasi militer besar-besaran itu, tidak sedikit keturunan Surapati yang tewas. Namun ada juga berhasil lolos.

Baca juga: Cerita Kusni Kasdut, Perampok Legendaris yang Pernah Terlibat Pertempuran 10 November Surabaya

Surapati memiliki banyak keturunan. Terutama di wilayah Jawa Timur. Mereka tersebar di daerah Malang, Lumajang, dan sekitarnya. "Mereka terus melancarkan perlawanan hingga Belanda, melakukan kampanye militer ke ujung Timur Jawa pada tahun 1767-1768," tulis Sri Margana dalam buku "Ujung Timur Jawa, 1763-1813 Perebutan Hegemoni Blambangan".



Surapati dan seluruh keturunannya menjadi momok yang dibenci Kompeni. Babad Tanah Jawi menyebut, Surapati yang berdarah Bali lahir tahun 1660. Ada fase dalam hidup Surapati menjadi budak (pembantu) seorang Belanda di Batavia. Lantaran sejak ada Surapati sang majikan merasa kerap beruntung, kehadiran Surapati disukai.

Baca juga: Cerita Tentang Pecel Blitar, Bung Karno, dan Revolusi Makanan Rakyat



Surapati yang dianggap memiliki kesaktian mendapat panggilan Untung. Namun masa kondusif tersebut tidak berlangsung lama. Dari yang semula disayangi, status Surapati berubah menjadi tawanan. Ia dijebloskan penjara hanya gara-gara ketahuan menjalin hubungan intim dengan putri sang majikan.

Dengan membawa serta tahanan lain, Surapati berhasil menerobos tembok penjara. Sejak itu Belanda melihatnya sebagai laskar pengacau di wilayah Priangan, Jawa Barat. Ruys, seorang Kapten Kompeni dikirim untuk melakukan pendekatan. Kapten Ruys berhasil membujuk Surapati bergabung dengan Kompeni.

Namun tak lama berdinas, Surapati kembali membuat ulah. Perselisihannya dengan Pembantu Letnan (vaandrig) Williem Kuffler telah menewaskan 20 orang Belanda. Sejak itu ia kembali menjadi laskar pengacau yang terus menerus bermusuhan dengan Belanda. Karena terdesak, bersama pasukannya Surapati memutuskan bergeser ke arah timur.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top