Kisah Perjuangan Pasutri 20 Tahun Menanti Anak Pertama melalui Program Bayi Tabung
Minggu, 23 Februari 2025 - 13:22 WIB
loading...
Pasutri, Ellislie dan Budiono berhasil memiliki anak pertama melalui program bayi tabung di Klinik Morulla IVF Surabaya. FOTO/RAHMAT ILYASAN
A
A
A
JAKARTA - Setelah menanti selama 20 tahun, perjuangan panjang Ellislie, seorang ibu berusia 47 tahun, akhirnya membuahkan hasil. Melalui program bayi tabung , ia berhasil melahirkan anak pertamanya, seorang bayi perempuan bernama Cheryll. Kebahagiaan pun terpancar dari keluarga Ellislie dan suaminya, Poediono, setelah berbagai usaha dilakukan demi mendapatkan keturunan.
Ellislie dan suaminya telah menjalani berbagai program kehamilan, termasuk inseminasi buatan serta bayi tabung di beberapa negara seperti Singapura dan Malaysia. Namun, justru di Surabaya, mereka diberikan keberhasilan yang selama ini dinantikan.
"Saya sudah berkeliling 20 tahun sejak 2005, 2005 saya coba di Surabaya bayi tabung, kemudian ke Singapura, Malaysia, akhirnya kembali ke Surabaya, jodohnya di Dokter Beny (Benediktus Arifin)," tutur Ellislie kepada media di Surabaya, Minggu (23/2/2025).
Ellislie sangat senang saat pertama kali mendengar detak jantung buah hatinya. Ia pun langsung meneteskan air mata bahagia bahwa perjuangan selama ini akhirnya berhasil.
"Semangat, pasti harus bisa, Di tengah-tengah ada putus asa juga si tapi kita tetap harus berusaha, kan sudah selama ini, harus tetep hasil, harus yakin, jadi jangan sampai putus di tengah jalan. Pasti Tuhan beri jalan yang terbaik," katanya.
Keberhasilan program bayi tabung ini tidak terlepas dari peran teknologi modern dan tim medis yang andal. Proses ini ditangani oleh Dr. Benediktus Arifin di Klinik Morulla IVF Surabaya, yang berlokasi di lantai 5 Nasional Hospital Surabaya.
Ellislie dan suaminya telah menjalani berbagai program kehamilan, termasuk inseminasi buatan serta bayi tabung di beberapa negara seperti Singapura dan Malaysia. Namun, justru di Surabaya, mereka diberikan keberhasilan yang selama ini dinantikan.
"Saya sudah berkeliling 20 tahun sejak 2005, 2005 saya coba di Surabaya bayi tabung, kemudian ke Singapura, Malaysia, akhirnya kembali ke Surabaya, jodohnya di Dokter Beny (Benediktus Arifin)," tutur Ellislie kepada media di Surabaya, Minggu (23/2/2025).
Ellislie sangat senang saat pertama kali mendengar detak jantung buah hatinya. Ia pun langsung meneteskan air mata bahagia bahwa perjuangan selama ini akhirnya berhasil.
"Semangat, pasti harus bisa, Di tengah-tengah ada putus asa juga si tapi kita tetap harus berusaha, kan sudah selama ini, harus tetep hasil, harus yakin, jadi jangan sampai putus di tengah jalan. Pasti Tuhan beri jalan yang terbaik," katanya.
Keberhasilan program bayi tabung ini tidak terlepas dari peran teknologi modern dan tim medis yang andal. Proses ini ditangani oleh Dr. Benediktus Arifin di Klinik Morulla IVF Surabaya, yang berlokasi di lantai 5 Nasional Hospital Surabaya.
Lihat Juga :