Komando Jihad, Cara Intelijen Soeharto Menjinakkan Gerakan Ekstrim Kanan

Senin, 05 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
Komando Jihad, Cara...
Buku Intel II Medan Tempur Kedua, yang ditulis Ken Conboy, menceritakan bagaimana rezim Soeharto menjinakkan gerakan ekstrim kanan
A A A
TUBUH Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo sudah bungkuk digerogoti usia, saat enam orang regu tembak bersiap siaga menarik pelatuk senjata. Kartosuwirjo tetap tenang. Di sebuah kawasan kepulauan seribu, Jakarta. Imam besar Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI TII) tersebut, dieksekusi.

Laki laki kelahiran Cepu, Jawa Tengah, anak pedagang candu yang belajar pergerakan pada HOS Cokroaminoto, mertua Soekarno di Surabaya tersebut, dipaksa menjemput ajal. Kartosuwirjo tamat. Begitu juga dengan Kahar Muzzakar, sekutunya di Sulawesi Selatan. Kahar pernah menjadi pengawal Soekarno di masa perang kemerdekaan.

Baca juga: Kahar Muzakkar Patriot atau Pemberontak?

Seorang patriot yang dianugerahi pangkat letnan kolonel, dan menjadi wakil komandan pasukan gerilyawan di Jawa Timur itu, juga menyusul tamat (3 Januari 1954). Foto-foto kematiannya yang diberondong peluru, menjadi bagian alat propaganda. Disebar ke publik. Namun keberadaan makamnya sengaja dibiarkan misterius.

"Foto mayatnya disebar luaskan, tetapi lokasi makamnya disembunyikan untuk mencegah dijadikan lokasi berkumpul para simpatisan," tulis Ken Conboy dalam "Intel II Medan Tempur Kedua". Di era rezim Soekarno, yakni sebelum meletus peristiwa 30 September 1965, mereka yang terlibat dengan gerakan makar DI TII, PRRI dan Permesta, digebuk habis.

Komando Jihad, Cara Intelijen Soeharto Menjinakkan Gerakan Ekstrim Kanan

Bung Karno juga membubarkan Partai Masyumi dan PSI yang ditengarai terlibat dalam upaya makar tersebut. Secara organisasi dan gerakan, DI TII dan PRRI praktis lumpuh. Apalagi pemimpin utama mereka juga sudah dieksekusi. Namun para pengikut yang memperoleh amnesti, diam-diam masih meneguhi nilai yang diyakini : mendirikan negara Islam Indonesia dan anti komunisme.

Begitu juga sejumlah pimpinan Darul Islam dan PRRI yang mendekam di penjara rezim Soekarno. Sikap politiknya tetap tidak berubah. "Untuk PRRI, mereka menyatakan diri sebagai anti komunis jauh sebelum militer (Sebelum September 1965, militer menyatakan diri non komunis, bukan anti komunis)," tulis Ken Conboy.

Baca juga: Eks DI/TII, Harokah Islam dan NII Ikrar Setia Pancasila

Nasib baik berpihak. G 30 S PKI meletus. Di bawah komando Mayjen Suharto, militer angkatan darat menumpas PKI beserta seluruh pengikutnya. Seluruh gerakan kiri beserta para simpatisannya, yang selama ini dibenci pengikut DI TII, PRRI, Masyumi dan PSI, oleh militer disikat habis. Militer membantu menyingkirkan musuh politik mereka.

Turbulensi politik 1965 mengakibatkan Bung Karno lengser. Secara cepat orde baru naik ke atas dengan Jendral Suharto sebagai presiden, menggantikan orde lama. Awal rezim baru. Dengan hancurnya seluruh gerakan kiri, para eks PRRI, DI TII, Masyumi dan PSI seperti mendapat ruang kembali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Bersama Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
Ditangkap Gakkum Kehutanan,...
Ditangkap Gakkum Kehutanan, Pelaku Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Segera Diadili
Kisah Jenderal Rudini,...
Kisah Jenderal Rudini, KSAD Pilihan Soeharto yang Bikin Kecewa Ibu Tien
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Rekomendasi
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
Musyawarah III Majelis...
Musyawarah III Majelis Syura PKS Hasilkan Empat Putusan Strategis
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
Kemenkes Gelar Investigasi...
Kemenkes Gelar Investigasi Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
Polisi Dalami Motif...
Polisi Dalami Motif Dokter Muda Loncat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata
Polisi Pastikan Aktivitas...
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal Buntut Bentrok di Menteng: TNI-Polri Tetap Siaga
Polisi Tetapkan 7 Tersangka...
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
Puslabfor Polri Datangi...
Puslabfor Polri Datangi Klinik Mordent, Olah TKP Lanjutan Kematian Sutrimo
Infografis
Bukan Senjata Nuklir,...
Bukan Senjata Nuklir, Ini 4 Cara Terbaik Melawan Dominasi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved