Hans Hamzah, Intel TNI AD dan Ahli Kunci Keturunan Tionghoa yang Membobol Koper Atase Militer Portugal
Minggu, 12 Januari 2025 - 13:52 WIB
loading...
Prajurit TNI AD sedang berlatih taktik dan strategi militer. Foto ilustrasi/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Nama Hans Hamzah, anggota Satsus Intel TNI Angkatan Darat (AD) mungkin tak banyak yang mengenalnya. Namun siapa sangka, prajurit keturunan Tionghoa ini merupakan sosok di balik keberhasilan Operasi Flamboyan.
Sebagai anggota intelijen, Hans Hamzah banyak terjun dalam operasi-operasi rahasia. Agar operasinya berhasil, Hans Hamzah kadang kala harus melakukan penyamaran. Sosoknya yang misterius, bahkan di kalangan militer sendiri membuat penyamarannya tidak terbongkar.
Dalam buku Ken Conboy, penulis tentang sejarah militer Asia dan operasi-operasi intelijen berjudul “Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia” disebutkan Hans Hamzah adalah anggota Satsus Intel yang terlibat dalam operasi bersandi Flamboyan bentukan Brigjen TNI Benny Moerdani.
Baca juga: Pangkostrad Resmikan Markas Batalyon Intai Tempur di Cikarang Bekasi
Operasi yang dipimpin Kolonel Dading Kalbuadi ini secara khusus menargetkan koper Atase Militer Portugal Mayor Antonio Joao Soares yang datang ke Indonesia menuju Timor Timur (kini Timor Leste). Kala itu, Timor Timur merupakan koloni Portugal. Hans Hamzah berperan krusial dalam Operasi Flamboyan pada 1975 itu.
“Hamzah, salah seorang dari sedikit etnis Tionghoa di Satsus Intel, mempunyai bakat berbahasa. Dia berbicara dalam enam bahasa dan ahli dalam hal membuka kunci,” kata Ken, dikutip Minggu (12/1/2025).
Sebagai anggota intelijen, Hans Hamzah banyak terjun dalam operasi-operasi rahasia. Agar operasinya berhasil, Hans Hamzah kadang kala harus melakukan penyamaran. Sosoknya yang misterius, bahkan di kalangan militer sendiri membuat penyamarannya tidak terbongkar.
Dalam buku Ken Conboy, penulis tentang sejarah militer Asia dan operasi-operasi intelijen berjudul “Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia” disebutkan Hans Hamzah adalah anggota Satsus Intel yang terlibat dalam operasi bersandi Flamboyan bentukan Brigjen TNI Benny Moerdani.
Baca juga: Pangkostrad Resmikan Markas Batalyon Intai Tempur di Cikarang Bekasi
Operasi yang dipimpin Kolonel Dading Kalbuadi ini secara khusus menargetkan koper Atase Militer Portugal Mayor Antonio Joao Soares yang datang ke Indonesia menuju Timor Timur (kini Timor Leste). Kala itu, Timor Timur merupakan koloni Portugal. Hans Hamzah berperan krusial dalam Operasi Flamboyan pada 1975 itu.
“Hamzah, salah seorang dari sedikit etnis Tionghoa di Satsus Intel, mempunyai bakat berbahasa. Dia berbicara dalam enam bahasa dan ahli dalam hal membuka kunci,” kata Ken, dikutip Minggu (12/1/2025).
Lihat Juga :