Pansus COVID-19 DPRD Kota Surabaya Gagal, Ini Kata Pengamat
Senin, 18 Mei 2020 - 16:40 WIB
loading...
Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Upaya pembentukan Panitia Khusus (Pansus) COVID-19 DPRD Kota Surabaya kandas, setelah usulan lima fraksi dikalahkan lewat hasil voting dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) bersama segenap pimpinan dewan, Jumat (15/5/2020). Dua fraksi yang menolak pembentukan Pansus COVID-19 adalah Fraksi Partai Demokrat-Nasdem dan Fraksi Partai Golkar.
(Baca juga: Senin Pertama PSBB Malang Raya, Antrian Kendaraan Mengular )
"Sikap Ketua Fraksi Demokrat-Nasdem DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto, yang menolak usulan Pansus COVID-19 lewat voting di rapat Bamus itu suatu kewajaran," kata Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, Senin (18/5/2020).
Menurutnya, setiap partai politik punya kebijakan tersendiri. Herlina, kata dia, yang merupakan kader Partai Demokrat bersikap selaras dengan tipikal partai yang didirikan SBY itu. Yakni, bersikap moderat dalam keputusan dan tidak pernah ekstrim.
"Kalau Herlina menolak Pansus, tentu wajar. Karena kader memang tipikalnya tidak jauh dengan sikap partai. Saya tidak tahu apakah Herlina ada perintah atau tidak dari partai. Tapi feeling saya sikap seperti itu memang bersifat moderat yang biasa diambil Partai Demokrat. Dan kader memang tidak jauh dari partai," ujar Surokim.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM ini menduga, Herlina punya perhitungan mengapa harus menolak usulan Pansus COVID-19 . Terlebih mempertimbangkan kepentingan publik, respon lingkungan dan pemberitaan media. Perhitungan itu, diantaranya menjaga Partai Demokrat di mata masyarakat. Bukan hal-hal lain yang bersifat individual
"Nah, kalau sampai ada politikus yang menuding bahwa Herlina menolak karena adanya kedekatan atau kepentingan dengan, atau, terhadap seseorang dalam hal urusan politik, itu hanya pemikiran individu saja. Jadi tidak relevan untuk dimunculkan," lanjut Surokim.
(Baca juga: Senin Pertama PSBB Malang Raya, Antrian Kendaraan Mengular )
"Sikap Ketua Fraksi Demokrat-Nasdem DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto, yang menolak usulan Pansus COVID-19 lewat voting di rapat Bamus itu suatu kewajaran," kata Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, Senin (18/5/2020).
Menurutnya, setiap partai politik punya kebijakan tersendiri. Herlina, kata dia, yang merupakan kader Partai Demokrat bersikap selaras dengan tipikal partai yang didirikan SBY itu. Yakni, bersikap moderat dalam keputusan dan tidak pernah ekstrim.
"Kalau Herlina menolak Pansus, tentu wajar. Karena kader memang tipikalnya tidak jauh dengan sikap partai. Saya tidak tahu apakah Herlina ada perintah atau tidak dari partai. Tapi feeling saya sikap seperti itu memang bersifat moderat yang biasa diambil Partai Demokrat. Dan kader memang tidak jauh dari partai," ujar Surokim.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM ini menduga, Herlina punya perhitungan mengapa harus menolak usulan Pansus COVID-19 . Terlebih mempertimbangkan kepentingan publik, respon lingkungan dan pemberitaan media. Perhitungan itu, diantaranya menjaga Partai Demokrat di mata masyarakat. Bukan hal-hal lain yang bersifat individual
"Nah, kalau sampai ada politikus yang menuding bahwa Herlina menolak karena adanya kedekatan atau kepentingan dengan, atau, terhadap seseorang dalam hal urusan politik, itu hanya pemikiran individu saja. Jadi tidak relevan untuk dimunculkan," lanjut Surokim.
Lihat Juga :