Kisah Pilu Pemandu Lagu dengan Layanan Plus-plus yang Ingin Tobat di 2021
Minggu, 27 Desember 2020 - 13:55 WIB
loading...
Ha yang berprofesi sebagai pemandu lagu plus-plus di salah satu room karaoke di Purwakarta, berkomitmen meninggalkan profesi kelamnya di Tahun Baru 2021. Dia pun akan segera membuka usaha baru dengan beriwirausaha. Foto : SINDOnews/Asep Supiandi
A
A
A
PURWAKARTA - Dunia malam selalu memiliki segudang cerita menarik dan unik untuk selalu dikisahkan. Termasuk di Purwakarta , kehidupan malam selalu memberi ruang bagi para penikmatnya meski di masa pandemi COVID-19.
Pembatasan-pembatasan sosial seolah angin lalu, karena roda dunia malam haruslah tetap berjalan. Berbagai motif pun mengemuka dari mulai persoalan ekonomi, pencarian jati diri, pemenuhan syahwat yang tak bisa ditunda hingga sebatas mencari hiburan. (Baca Juga: Takut Dirazia Usai Berhubungan Seks, Wanita Setengah Telanjang Nekat Loncat dari Lantai 4 Hotel)
Namun di balik itu semua, kisah pilu dari pemandu lagu cukup mengiris hati walau pun mereka berusaha menyembunyikannya agar tidak terganggu melayani tamu dan selalu laku. Bagi mereka, menangis dalam kesenangan menjadi lumrah terjadi. Tapi apa boleh dikata, banyak nyawa harus ditopang dengan satu harapan perubahan akan datang suatu saat nanti.
Dari sekian cerita itu, sebut saja Ha, seorang pemandu lagu di salah satu room karaoke di sekitar daerah Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta. Dia mengisahkan hidupnya selama menggeluti profesi pemandu lagu sejak 20 tahun lalu. Cerita sedih, takut, suka dan duka selalu menghiasi kehidupannya selama ini. (Baca Juga: Hiburan Malam di Bandung Tetap Buka, Pengujung Wajib Tunjukkan Negatif Rapid Antigen)
“Ada takut juga sih, di saat masa pandemi harus tetap melayani tamu. Yah, mau gimana lagi banyak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Ketakutan itu menjadi sirna begitu banyak tamu yang datang dan memberi tips besar,” kata Ha sembari jarinya lincah memainkan gawai. “Lagian sebelum dan sesudah pandemi tak ada bedanya tuh, yang datang sama saja,” ujarnya menambahkan.
Yah, selama ini merasa aman-aman saja, karena room karaokenya tetap beroperasi meski harus sembunyi-sembunyi. Dia juga memiliki pelanggan tetap yang selalu minta ditemani berkaraoke, sehingga tak pernah sepi order. Bahkan tidak sebatas itu, servis plus-plus pun kerap dilakukan guna memuaskan para pelanggannya. (Baca Juga: Resepsi Pejantan Tangguh Nikahi Dua Wanita Sekaligus Tak Patuhi Protokol Kesehatan)
Pembatasan-pembatasan sosial seolah angin lalu, karena roda dunia malam haruslah tetap berjalan. Berbagai motif pun mengemuka dari mulai persoalan ekonomi, pencarian jati diri, pemenuhan syahwat yang tak bisa ditunda hingga sebatas mencari hiburan. (Baca Juga: Takut Dirazia Usai Berhubungan Seks, Wanita Setengah Telanjang Nekat Loncat dari Lantai 4 Hotel)
Namun di balik itu semua, kisah pilu dari pemandu lagu cukup mengiris hati walau pun mereka berusaha menyembunyikannya agar tidak terganggu melayani tamu dan selalu laku. Bagi mereka, menangis dalam kesenangan menjadi lumrah terjadi. Tapi apa boleh dikata, banyak nyawa harus ditopang dengan satu harapan perubahan akan datang suatu saat nanti.
Dari sekian cerita itu, sebut saja Ha, seorang pemandu lagu di salah satu room karaoke di sekitar daerah Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta. Dia mengisahkan hidupnya selama menggeluti profesi pemandu lagu sejak 20 tahun lalu. Cerita sedih, takut, suka dan duka selalu menghiasi kehidupannya selama ini. (Baca Juga: Hiburan Malam di Bandung Tetap Buka, Pengujung Wajib Tunjukkan Negatif Rapid Antigen)
“Ada takut juga sih, di saat masa pandemi harus tetap melayani tamu. Yah, mau gimana lagi banyak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Ketakutan itu menjadi sirna begitu banyak tamu yang datang dan memberi tips besar,” kata Ha sembari jarinya lincah memainkan gawai. “Lagian sebelum dan sesudah pandemi tak ada bedanya tuh, yang datang sama saja,” ujarnya menambahkan.
Yah, selama ini merasa aman-aman saja, karena room karaokenya tetap beroperasi meski harus sembunyi-sembunyi. Dia juga memiliki pelanggan tetap yang selalu minta ditemani berkaraoke, sehingga tak pernah sepi order. Bahkan tidak sebatas itu, servis plus-plus pun kerap dilakukan guna memuaskan para pelanggannya. (Baca Juga: Resepsi Pejantan Tangguh Nikahi Dua Wanita Sekaligus Tak Patuhi Protokol Kesehatan)
Lihat Juga :