Tergiur Kilau Emas, Banyak Warga Salopa Merantau Jadi Penambang Rakyat

Minggu, 22 November 2020 - 12:34 WIB
loading...
Tergiur Kilau Emas,...
Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar dikenal sebagai daerah yang warganya banyak bekerja sebagai penambang emas tradisional di Kalimantan, Sulawesi hingga Sumatera. Foto/iNews TV/Asep Juhariyono
A A A
TASIKMALAYA - Sepuluh warga Kabupaten Tasikmalaya , Jawa Barat tertimbun di dalam lubang tambang sedalam 65 meter di Sungai Seribu, Arut Utara, Kotawaringin Barat , Kalimantan Tengah.

Tiga di antaranya sudah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dari 10 tersebut, 9 di antaranya merupakan warga Kecamatan Salopa. Selama ini banyak warga Salopa yang memilih menjadi pekerja di pertambangan rakyat tradisional di luar Pulau Jawa. (Baca juga: Tragis, 10 Penambang Emas Ilegal di Kotawaringin Barat Terkubur Longsor)

Salopa pun dikenal sebagai daerah yang warganya banyak bekerja sebagai penambang emas tradisional. Warga Salopa banyak yang bekerja di pertambangan tradisional di kawasan Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan daerah lainnya. (Baca juga: Terkubur Longsor, 10 Pekerja Tambang Emas Berasal dari Jawa Barat)
Tergiur Kilau Emas, Banyak Warga Salopa Merantau Jadi Penambang Rakyat

Sembilan dari 10 penambang yang menjadi korban tertimbun longsor di lokasi tambang tradisional di Sungai Seribu, Arut Utara, Kotawaringin Barat merupakan warga Desa Mulyasari, Desa Karyamandala, dan Desa Mandalahayu, Kecamatan Salopa. Sedangkan seorang lagi merupakan warga Kecamatan Tanjungjaya.

Salopa berada di wilayah pegunungan yang dikelilingi oleh hutan dan perkebunan. Warganya kebanyakan berprofesi sebagai petani, mengolah kebun dan pedagang. (Baca juga: 2 Anaknya Tertimbun di Lubang Tambang Emas, Sang Ibu Berharap Ditemukan Selamat)

Eka, keluarga korban yang tertimbun longsor di Kotawaringin Barat, warga Desa Mulyasari, Kecamatan Salopa lebih memilih bekerja di pertambangan tradisional di luar pulau Jawa karena banyak warga yang sukses setelah menjadi penambang. "Mereka bisa membangun rumah, membeli mobil, sapi, dan tanah," katanya, Minggu (22/11/2020).

Hal ini lah yang menjadi daya tarik bagi warga lainnya untuk menjadi penambang emas. meski pekerjaan tersebut nyawa taruhannya. Dia menceritakan, untuk bekerja menjadi seorang penambang, biasanya ada bos sebagai pemodal yang datang dan membiayai semua ongkos perjalanan dan biaya hidup di pertambangan. Biasanya mereka berangkat sekitar 10-20 orang yang dijemput oleh travel ke Jakarta. Selanjutnya dari Jakarta naik pesawat ke daerah tujuan.

"Jika mereka sudah mulai bekerja dan berhasil, maka semua ongkos yang sudah dikeluarkan oleh bosnya akan dipotong dari penghasilan mereka," lanjutnya. Namun ada juga warga yang tidak sukses dan untuk bisa pulang ke kampung halamananya meminta kiriman uang dari keluarga di kampung.

Eka menambahkan, warga Salopa banyak yang berangkat menjadi penambang di Kalimantan, Palu, Manado, Jambi dan Padang. “Mereka tergiur karena hasilnya bisa mencapai puluhan, bahkan ratusan juta,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Arus Keluar dan Masuk...
Arus Keluar dan Masuk Tasikmalaya via Lingkar Gentong Macet, Polisi Rekayasa Lalin
Arus Balik H+1 hingga...
Arus Balik H+1 hingga H+7, 101.189 Kendaraan Tinggalkan Tasikmalaya via Lingkar Gentong
11.776 Kendaraan Tinggalkan...
11.776 Kendaraan Tinggalkan Tasikmalaya via Lingkar Gentong pada H+7 Petang, Didominasi Pemotor
H+5 Lebaran, Arus Balik...
H+5 Lebaran, Arus Balik di Lingkar Gentong Ramai Lancar
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
12 Kelas Balap Meriahkan...
12 Kelas Balap Meriahkan Astra Honda Dream Cup 2026 di Tasikmalaya
Bareskrim Tetapkan 2...
Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Dugaan Tambang Emas Ilegal
Rekomendasi
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Kemahalan, FIFA Masih...
Kemahalan, FIFA Masih Kesulitan Jual Tiket Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved