23 Korban Longsor Tambang Emas Solok Dievakuasi, Ini Daftar yang Meninggal
Sabtu, 28 September 2024 - 11:20 WIB
loading...
Sampai hari ini korban tertimbun longsor tambang emas ilegal di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang sudah dievakuasi berjumlah 23 orang. Foto/Basarnas
A
A
A
SOLOK - Sampai hari ini korban tertimbun longsor tambang emas ilegal di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok , Sumatera Barat yang sudah dievakuasi berjumlah 23 orang. Sebanyak 21 sudah sampai di posko dan dua masih dievakuasi dari lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan sampai saat ini tim gabungan masih melakukan evakuasi terhadap dua orang lagi.
Baca juga: 22 Korban Tambang Emas Runtuh di Solok Berhasil Ditemukan, 11 Meninggal
“Sampai pagi ini data korban sudah sampai di posko berjumlah 23 orang dengan keterangan 11 orang meninggal dunia dan 12 orang selamat dan saat ini penanganan medis di Puskesmas Talang,” ujarnya, Sabtu (28/9/2024).
Lanjut, Abdul, sampai saat ini tim masih melakukan evakuasi di lokasi kejadian sebanyak dua orang. “Jadi saat ini total korban masih 25 orang,” katanya.
Kepala BPBD Kabupaten Solok, Irwan Efendi menjelaskan tanah Longsor terjadi sore hari Kamis (26/9/2024) itu disebabkan karena curah hujan cukup tinggi. “Lokasi tanah longsor berada pada lubang bekas galian tambang lama yang sudah ditinggalkan oleh penambang terdahulu,” katanya.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan sampai saat ini tim gabungan masih melakukan evakuasi terhadap dua orang lagi.
Baca juga: 22 Korban Tambang Emas Runtuh di Solok Berhasil Ditemukan, 11 Meninggal
“Sampai pagi ini data korban sudah sampai di posko berjumlah 23 orang dengan keterangan 11 orang meninggal dunia dan 12 orang selamat dan saat ini penanganan medis di Puskesmas Talang,” ujarnya, Sabtu (28/9/2024).
Lanjut, Abdul, sampai saat ini tim masih melakukan evakuasi di lokasi kejadian sebanyak dua orang. “Jadi saat ini total korban masih 25 orang,” katanya.
Kepala BPBD Kabupaten Solok, Irwan Efendi menjelaskan tanah Longsor terjadi sore hari Kamis (26/9/2024) itu disebabkan karena curah hujan cukup tinggi. “Lokasi tanah longsor berada pada lubang bekas galian tambang lama yang sudah ditinggalkan oleh penambang terdahulu,” katanya.
Lihat Juga :