Pelaku Pungli Tewas Ditembak Polisi, Warga Ricuh dengan Polisi
Sabtu, 26 September 2020 - 21:40 WIB
loading...
Warga Gunting Saga, Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatare Utara, terlibat kericuhan dengan polisi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Foto/iNews TV/Fachrizal
A
A
A
LABUHANBATU - Kericuhan tidak bisa dielakkan saat jenazah pelaku pungutan liar (Pungli), Rahman Marpaung dibawa pulang ke rumah duka di Gunting Saga, Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.
(Baca juga: Pelaku Pungli Ditembak Mati Polisi, Warga Blokir Jalinsum )
Warga yang tidak terima dengan kematian Rahman Marpaung tersebut, sebelumnya sudah menggelar aksi blokade Jalan Lintas Sumatera ( Jalinsum ). Mereka membakar ban bekas di tengah jalan, menolak pemulangan jenazah, hingga membuat Jalinsum lumpuh total.
Polisi yang mengawal pemulangan jenazah terlibat adu pukul dengan warga yang memblokade jalan. Bahkan, salah seorang anggota kepolisian sampai terjatuh akibat aksi saling dorong, dan dikejar warga saat keluar dari mobil pengangkut jenazah.
Warga tersulut emosinya, karena mendapatkan kabar apabila pelaku tewas ditembak polisi. Pasalnya, sebelum tewas pelaku pungli ini sempat berkomunikasi dengan keluarganya menggunakan video call di dalam kantor polisi, pada Jumat (25/9/2020) malam, dan kondisinya sehat.
(Baca juga: Hujan Tangis di Pemakaman Polwan yang Tewas Saat Menolong Adiknya )
Orang tua korban dan warga dibuat kaget, ketika pada Sabtu (26/9/2020) pagi, polisi mengabarkan Rahman Marpaung telah tewas tanpa ada keterangan penyebab kematiannya. Dari video call yang sempat direkam warga, wajah pelaku pungli tersebut terlihat lebam.
(Baca juga: Pelaku Pungli Ditembak Mati Polisi, Warga Blokir Jalinsum )
Warga yang tidak terima dengan kematian Rahman Marpaung tersebut, sebelumnya sudah menggelar aksi blokade Jalan Lintas Sumatera ( Jalinsum ). Mereka membakar ban bekas di tengah jalan, menolak pemulangan jenazah, hingga membuat Jalinsum lumpuh total.
Polisi yang mengawal pemulangan jenazah terlibat adu pukul dengan warga yang memblokade jalan. Bahkan, salah seorang anggota kepolisian sampai terjatuh akibat aksi saling dorong, dan dikejar warga saat keluar dari mobil pengangkut jenazah.
Warga tersulut emosinya, karena mendapatkan kabar apabila pelaku tewas ditembak polisi. Pasalnya, sebelum tewas pelaku pungli ini sempat berkomunikasi dengan keluarganya menggunakan video call di dalam kantor polisi, pada Jumat (25/9/2020) malam, dan kondisinya sehat.
(Baca juga: Hujan Tangis di Pemakaman Polwan yang Tewas Saat Menolong Adiknya )
Orang tua korban dan warga dibuat kaget, ketika pada Sabtu (26/9/2020) pagi, polisi mengabarkan Rahman Marpaung telah tewas tanpa ada keterangan penyebab kematiannya. Dari video call yang sempat direkam warga, wajah pelaku pungli tersebut terlihat lebam.
Lihat Juga :