Pelaku Pungli Tewas Ditembak Polisi, Warga Ricuh dengan Polisi

loading...
Pelaku Pungli Tewas Ditembak Polisi, Warga Ricuh dengan Polisi
Warga Gunting Saga, Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatare Utara, terlibat kericuhan dengan polisi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Foto/iNews TV/Fachrizal
LABUHANBATU - Kericuhan tidak bisa dielakkan saat jenazah pelaku pungutan liar (Pungli), Rahman Marpaung dibawa pulang ke rumah duka di Gunting Saga, Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.

(Baca juga: Pelaku Pungli Ditembak Mati Polisi, Warga Blokir Jalinsum)

Warga yang tidak terima dengan kematian Rahman Marpaung tersebut, sebelumnya sudah menggelar aksi blokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Mereka membakar ban bekas di tengah jalan, menolak pemulangan jenazah, hingga membuat Jalinsum lumpuh total.

Polisi yang mengawal pemulangan jenazah terlibat adu pukul dengan warga yang memblokade jalan. Bahkan, salah seorang anggota kepolisian sampai terjatuh akibat aksi saling dorong, dan dikejar warga saat keluar dari mobil pengangkut jenazah.



Warga tersulut emosinya, karena mendapatkan kabar apabila pelaku tewas ditembak polisi. Pasalnya, sebelum tewas pelaku pungli ini sempat berkomunikasi dengan keluarganya menggunakan video call di dalam kantor polisi, pada Jumat (25/9/2020) malam, dan kondisinya sehat.

(Baca juga: Hujan Tangis di Pemakaman Polwan yang Tewas Saat Menolong Adiknya)

Orang tua korban dan warga dibuat kaget, ketika pada Sabtu (26/9/2020) pagi, polisi mengabarkan Rahman Marpaung telah tewas tanpa ada keterangan penyebab kematiannya. Dari video call yang sempat direkam warga, wajah pelaku pungli tersebut terlihat lebam.



Orang tua Rahman Marpaung, Herman Marpaung mengaku akan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan atas kasus yang dialami anaknya. "Kami minta jenazah anak kami diotopsi, sehingga ada kejelasan penyebab kematiannya," tegasnya. (Baca juga: Bersenjata Lengkap Polisi Bubarkan Pesta Nikah di Maumere)

Ada informasi bahwa pelaku pungli ini sempat berebut senjata api dengan petugas kepolisian, saat akan ditangkap. Bahkan, salah satu anggota polisi, yakni Bripka R. Siregar sempat tertembak di bagian perutnya. Pelaku tewas, dan satu rekannya melarikan diri namun berhasil ditangkap di Siborong-borong, Tapanuli Utara.

(Baca juga: 2 Pemuda Kuras Premium di SPBU dengan Tangki Mobil Modifikasi)

Hingga kini, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan belum bersedia memberikan keterangan terkait kejadian tewasnya pelaku pungli tersebut. Sementara jenazah pelaku pungli diotopsi di Rumah Sakit Pematang Siantar, dan rencananya jenazah akan dimakamkan di TPU terdekat pada Minggu (27/9/2020).
(eyt)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top