Guru di Wajo Kecewa, Gaji Dipotong Tanpa Pemberitahuan
Rabu, 02 September 2020 - 19:16 WIB
loading...
Guru di Kabupaten Wajo mengeluhkan pemotongan gaji yang dilakukan tanpa pemberitahuan. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
WAJO - Dugaan pemotongan gaji guru terjadi di Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. Dugaan pemotongan gaji itu diungkap AG, guru SD Negeri 94 Watampanua. AG adalah salah satu guru yang gajinya dipotong.
Saat dikonfirmasi SINDOnews, AG mengaku kecewa adanya pemotongan gaji tersebut. Apalagi menurutnya, pemotongan gaji itu dilakukan tanpa didahului pemberitahuan.
Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan di Wajo, Siap-siap Kena Denda Rp500 Ribu
"Pemotongannya secara sepihak tanpa ada koordinasi, kalau memang ingin dipotong setidaknya ada penyampaian terlebih dahulu biar tidak menjadi pertanyaan," ujar AG.
AG sempat menghubungi bendahara Kecamatan Pammana untuk mempertanyakan pemotongan gaji tersebut. Dari situ, AG tahu bahwa memang ada pemotongan gaji.
"Tadi saya sudah telepon Bendahara Kecamatan, alasannya aneh, masa dananya dipotong untuk operasional seperti sewa tenda dan minum kopi," kata AG.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Pammana, Junisatri Rasyid membenarkan adanya pemotongan gaji guru. Menurutnya, pemotongan dari kekurangan gaji tersebut terjadi akibat kesalahan administrasi saat penginginputan data.
Saat dikonfirmasi SINDOnews, AG mengaku kecewa adanya pemotongan gaji tersebut. Apalagi menurutnya, pemotongan gaji itu dilakukan tanpa didahului pemberitahuan.
Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan di Wajo, Siap-siap Kena Denda Rp500 Ribu
"Pemotongannya secara sepihak tanpa ada koordinasi, kalau memang ingin dipotong setidaknya ada penyampaian terlebih dahulu biar tidak menjadi pertanyaan," ujar AG.
AG sempat menghubungi bendahara Kecamatan Pammana untuk mempertanyakan pemotongan gaji tersebut. Dari situ, AG tahu bahwa memang ada pemotongan gaji.
"Tadi saya sudah telepon Bendahara Kecamatan, alasannya aneh, masa dananya dipotong untuk operasional seperti sewa tenda dan minum kopi," kata AG.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Pammana, Junisatri Rasyid membenarkan adanya pemotongan gaji guru. Menurutnya, pemotongan dari kekurangan gaji tersebut terjadi akibat kesalahan administrasi saat penginginputan data.
Lihat Juga :