Puluhan Dosen UIN Suska Riau Demo, Protes Remunerasi Dipotong
Sabtu, 05 November 2022 - 04:47 WIB
loading...
Puluhan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) menggelar aksi demo terkait pemotongan remunerasi (tunjangan kinerja) para dosen
A
A
A
PEKANBARU - Puluhan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) menggelar aksi demo terkait pemotongan remunerasi (tunjangan kinerja) para dosen. Tak hanya remunerasi, tunjangan kinerja bagi para pegawai UIN juga terkena pemotongan. Jumlah pegawai UIN Suska yang terpotong ratusan orang.
Aksi para dosen dimulai dengan jalan kaki sambil membawa spanduk bertuliskan kecaman atas pemotongan tunjangan kinerja. Mereka bergerak dari Masjid Al-Jamiah, yaitu masjid yang lama terbengkalai. Kemudian mereka mengelilingi kampus. Kemudian aksi terakhir berada di Gedung Rektorat UIN Suska Riau Jalan HM Subrantas.
Di sana para tenaga pengajar itu meletakkan puluhan spanduk di lantai. Tulisan spanduk seperti Jangan Sunat Remunerasi, Jangan Kebiri Penghasilan Dosen, Kami Dosen dan Tendik Bukan Pekerja Rodi dan lainnya. Remunerasi yang 'disunat' itu dari Rp 2 juta hingga Rp 12 juta perorang.
Baca juga: Prajurit TNI Gugur Ditikam OTK di Yahukimo, Ini Penjelasan Kodam XVIII/Cenderawasih
"Tuntutan kita cukupkan atau kembalikan remunerasi kita semua yang terpotong. Itu yang terpotong adalah Tendik (tenaga kependidikan) dan dosen. Jumlahnya banyak ada 1 orang itu terpotong sampai Rp12 jutaan. Masak BMM naik remun turun," ucap Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Majelis Pengurus Cabang (MPC) UIN Suska Riau, Iskandar Arnel dalam orasinya Jumat (4/11/2022).
Aksi para dosen dimulai dengan jalan kaki sambil membawa spanduk bertuliskan kecaman atas pemotongan tunjangan kinerja. Mereka bergerak dari Masjid Al-Jamiah, yaitu masjid yang lama terbengkalai. Kemudian mereka mengelilingi kampus. Kemudian aksi terakhir berada di Gedung Rektorat UIN Suska Riau Jalan HM Subrantas.
Di sana para tenaga pengajar itu meletakkan puluhan spanduk di lantai. Tulisan spanduk seperti Jangan Sunat Remunerasi, Jangan Kebiri Penghasilan Dosen, Kami Dosen dan Tendik Bukan Pekerja Rodi dan lainnya. Remunerasi yang 'disunat' itu dari Rp 2 juta hingga Rp 12 juta perorang.
Baca juga: Prajurit TNI Gugur Ditikam OTK di Yahukimo, Ini Penjelasan Kodam XVIII/Cenderawasih
"Tuntutan kita cukupkan atau kembalikan remunerasi kita semua yang terpotong. Itu yang terpotong adalah Tendik (tenaga kependidikan) dan dosen. Jumlahnya banyak ada 1 orang itu terpotong sampai Rp12 jutaan. Masak BMM naik remun turun," ucap Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Majelis Pengurus Cabang (MPC) UIN Suska Riau, Iskandar Arnel dalam orasinya Jumat (4/11/2022).
Lihat Juga :