Buruh Jateng Desak Pemangkasan 50% Pendapatan ASN
Sabtu, 02 Mei 2020 - 20:00 WIB
loading...
Sejumlah elemen buruh di Jawa Tengah mendesak pemotongan pendapatan aparatur sipil negara (ASN) untuk penanganan pandemi COVID-19. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Sejumlah elemen buruh di Jawa Tengah mendesak pemotongan pendapatan aparatur sipil negara (ASN) untuk penanganan pandemi COVID-19. Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengusulkan pemotongan 50% pendapatan ASN golongan III ke atas.
"Kawan-kawan ASN itu kondisinya yang paling stabil saat pandemi ini. Meskipun ada yang dirumahkan, tapi penghasilannya tidak berkurang," kata Sekertaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jateng, Syariful Imaduddin, Sabtu (2/5/2020). "Sementara kami, banyak yang di-PHK atau dirumahkan tanpa pesangon dan uang bayaran," katanya.
Menurutnya, dibanding buruh atau masyarakat kecil lainnya, nasib ASN yang dipotong pendapatannya itu masih jauh lebih baik. Mereka tetap mendapat gaji dan masih bisa mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. "Sekarang saatnya kita semua gotong-royong, saling berempati dan membangun solidaritas yang sama. Kami yakin pemotongan 50% pendapatan itu memberatkan, tapi kondisi masyarakat kecil lainnya lebih banyak yang mengenaskan daripada itu," katanya.(Baca juga: Ganjar Pranowo Usul Pemerintah Potong 50% Pendapatan ASN )
Dia mengatakan, pandemi COVID-19 membuat hampir semua sektor terpukul. Membangun solidaritas yang tinggi antarsesama bangsa paling penting dalam penanganan corona. Apabila semua bisa duduk bersama bergandengan tangan dan saling membantu, tentu semuanya bisa dilewati dengan baik.
"Memang semuanya terdampak, teman-teman ASN pun pasti terdampak akibat wabah ini, namun dampak pada masyarakat kecil lainnya jauh lebih parah. Siapa pun bisa melakukan solidaritas, termasuk kawan-kawan ASN," katanya.
"Kawan-kawan ASN itu kondisinya yang paling stabil saat pandemi ini. Meskipun ada yang dirumahkan, tapi penghasilannya tidak berkurang," kata Sekertaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jateng, Syariful Imaduddin, Sabtu (2/5/2020). "Sementara kami, banyak yang di-PHK atau dirumahkan tanpa pesangon dan uang bayaran," katanya.
Menurutnya, dibanding buruh atau masyarakat kecil lainnya, nasib ASN yang dipotong pendapatannya itu masih jauh lebih baik. Mereka tetap mendapat gaji dan masih bisa mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. "Sekarang saatnya kita semua gotong-royong, saling berempati dan membangun solidaritas yang sama. Kami yakin pemotongan 50% pendapatan itu memberatkan, tapi kondisi masyarakat kecil lainnya lebih banyak yang mengenaskan daripada itu," katanya.(Baca juga: Ganjar Pranowo Usul Pemerintah Potong 50% Pendapatan ASN )
Dia mengatakan, pandemi COVID-19 membuat hampir semua sektor terpukul. Membangun solidaritas yang tinggi antarsesama bangsa paling penting dalam penanganan corona. Apabila semua bisa duduk bersama bergandengan tangan dan saling membantu, tentu semuanya bisa dilewati dengan baik.
"Memang semuanya terdampak, teman-teman ASN pun pasti terdampak akibat wabah ini, namun dampak pada masyarakat kecil lainnya jauh lebih parah. Siapa pun bisa melakukan solidaritas, termasuk kawan-kawan ASN," katanya.
Lihat Juga :