Tragedi Kelam G30S/PKI dan Jenderal Soeharto Simbol Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Selasa, 01 Oktober 2024 - 07:46 WIB
loading...
A A A
Sebagai penghormatan terhadap para korban, mereka diangkat sebagai Pahlawan Revolusi.

Untuk mengenang pengorbanan mereka dan sebagai simbol kekuatan Pancasila, pemerintah menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 153 tahun 1967.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya sebagai momen refleksi sejarah, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Tragedi G30S/PKI menunjukkan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang ingin merongrong Pancasila sebagai dasar negara. Peristiwa tersebut membangkitkan kesadaran nasional untuk melindungi Pancasila dari ancaman ideologi yang berlawanan.

Selama masa Orde Baru, Presiden Soeharto menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai peringatan nasional yang wajib diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Misteri Mister Gendeng Sesepuh PKI yang Pengaruhi DN Aidit

Dengan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967, Soeharto memperluas peringatan ini agar tidak hanya diikuti oleh TNI AD, tetapi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Peringatan ini mengingatkan Pancasila adalah pilar kekuatan dan kesatuan nasional yang harus dijaga.

Setiap tahun, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) merilis pedoman pelaksanaan Hari Kesaktian Pancasila. Pedoman ini mencakup susunan acara, jadwal, serta tema yang diangkat setiap tahunnya.

Peringatan ini biasanya diisi dengan upacara bendera yang dilakukan di berbagai instansi pemerintah, sekolah, serta lembaga swasta, yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dampak Peristiwa G30S/PKI
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Prabowo Dapat Laporan...
Prabowo Dapat Laporan Puskesmas di Miangas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Kisah Heroik Try Sutrisno,...
Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah
Dukungan Pemberian Gelar...
Dukungan Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto Menguat
Rekomendasi
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Berita Terkini
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved