Kisah Magis Jenderal Sarwo Edhie, Satu Teriakan Lantang Bikin Ciut Nyali Pasukan Musuh

Rabu, 11 September 2024 - 09:02 WIB
loading...
Kisah Magis Jenderal...
Sebagai salah satu legenda komandan RPKAD yang kini dikenal dengan Kopassus, sepak terjang Letjen TNI Sarwo Edhie Wibowo tak perlu diragukan lagi. Foto/Istimewa
A A A
Sebagai salah satu legenda komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang kini dikenal dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) , sepak terjang Letjen TNI Sarwo Edhie Wibowo tak perlu diragukan lagi. Ia juga disebut menjadi salah satu saksi kunci dalam pemberantasan G30S PKI.

Sepak terjang Sarwo Edhie Wibowo selama menjalani karier kemiliteran di TNI kemudian dikisahkan putrinya, Almarhum Kristiani Herrawati atau yang dikenal Ani Yudhoyono, Ibu Negara Republik Indonesia yang merupakan istri dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Baca juga: Putra Jawa Timur yang Pernah Jabat Danjen Kopassus, 2 Nama Berhasil Tembus Jenderal Bintang Empat

Dikutip dari Buku "Ani Yudhoyono, Kepak Sayap Putri Prajurit" yang ditulis Alberthiene Endah, Rabu (11/9/2024), Ani Yudhoyono menceritakan bagaimana keberanian sang ayah di medan tempur.

Lulus dari Sekolah Menengah Pertama pada zaman pemerintah kolonial Belanda Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Sarwo Edhie bertekad menjadi tentara. Dia terkesan dengan cerita ketangguhan Jepang melawan Sekutu. Saat kedatangan Jepang pada tahun 1942, digelar pendidikan tentara dan Sarwo Edhie ikut mendaftar menjadi heiho (prajurit).

Orangtua Sarwo Edhie sangat kaget dengan keputusannya, walaupun senang melihat tekad baik putra mereka. Sayang, usia Sarwo Edhie belum cukup untuk menjadi prajurit. la baru saja berusia 15 tahun.

Jepang menetapkan persyaratan usia untuk bergabung dengan heiho minimal 17 tahun. Namun, Sarwo Edhie tidak hilang akal. Ia mengganti tahun kelahiran dua tahun lebih awal, dari 1927 menjadi 1925. Kebetulan tubuh Sarwo Edhie tegap dan cukup tinggi, sehingga Jepang tidak curiga kalau umurnya masih sangat belia.

Sarwo Edhie akhirnya diterima. Dalam usia semuda itu, ia berangkat ke Bogor, tempat para calon heiho akan digembleng. Bogor untuk ukuran orang Jawa Tengah waktu itu adalah sebuah kota yang begitu jauh.

Orangtua Sarwo Edhie melepas anaknya dengan tangis. Mereka sangat mendukung, tapi ada rasa khawatir mengingat usia Sarwo Edhie yang masih sangat muda. Tetapi, ia memang gagah berani.

Selang beberapa bulan kemudian, ia kembali ke Purworejo dengan seragam tentara komplet berikut pedang Jepang. Bukan main bangganya Eyang, kata Ani Yudhoyono bercerita. Papi, begitu Sarwo Edhie dipanggil anak-anaknya, dipeluk dengan tangis haru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Rekomendasi
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Berita Terkini
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved