Belajar Daring Dinilai Tak Berhasil, Guru SD Ini Datangi Rumah Siswa
Rabu, 05 Agustus 2020 - 13:59 WIB
loading...
Belajar daring dinilai tak berhasil, guru SD ini datangi rumah siswa. Foto/iNewsTV/Edi Prayitno
A
A
A
KENDAL - Lantaran belajar secara daring dinilai tidak berhasil pada semester sebelumnya, seorang guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kendal , Jawa Tengah, Jumaratun, berinisiatif tetap memberikan pelajaran kepada siswanya secara tatap muka.
Guru ini rela mendatangi rumah masing-masing siswanya secara bergiliran dan memberikan pelajaran meski dalam waktu yang terbatas.(Baca juga: Pengendalian Emosi Kunci Sukses Orang Tua Belajar Bersama Anak di Rumah )
Jumaratun, seorang guru SDN 1 Galih, warga Desa Gemuhblanten, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, rela mendatangi rumah para siswanya, untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka. (Baca juga: Tolak Cinta Pria, Gadis Kendal Diteror Orderan Fiktif Selama 2 Tahun )
Semua ini dilakukan Jumaratun agar siswanya, tidak ketinggalan pelajaran di tengah pandemi COVID-19. Guru yang sudah mengabdi selama 39 tahun ini mengaku melakukan kunjungan mengajar seperti ini lantaran metode belajar menggunakan daring dinilai tidak berhasil pada semester sebelumnya. Sehingga berpengaruh kepada nilai dan perkembangan siswanya.
Siswa pun merasa senang karena bisa berinteraksi secara langsung saat sang guru berkunjung dan mengajar ke rumahnya. Meski kunjungan tidak terlalu lama, hanya 30 menit per rumah dengan membagi empat kelompok dari 15 anak didik dengan metode pembelajaran praktik dan ceramah.
Guru ini rela mendatangi rumah masing-masing siswanya secara bergiliran dan memberikan pelajaran meski dalam waktu yang terbatas.(Baca juga: Pengendalian Emosi Kunci Sukses Orang Tua Belajar Bersama Anak di Rumah )
Jumaratun, seorang guru SDN 1 Galih, warga Desa Gemuhblanten, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, rela mendatangi rumah para siswanya, untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka. (Baca juga: Tolak Cinta Pria, Gadis Kendal Diteror Orderan Fiktif Selama 2 Tahun )
Semua ini dilakukan Jumaratun agar siswanya, tidak ketinggalan pelajaran di tengah pandemi COVID-19. Guru yang sudah mengabdi selama 39 tahun ini mengaku melakukan kunjungan mengajar seperti ini lantaran metode belajar menggunakan daring dinilai tidak berhasil pada semester sebelumnya. Sehingga berpengaruh kepada nilai dan perkembangan siswanya.
Siswa pun merasa senang karena bisa berinteraksi secara langsung saat sang guru berkunjung dan mengajar ke rumahnya. Meski kunjungan tidak terlalu lama, hanya 30 menit per rumah dengan membagi empat kelompok dari 15 anak didik dengan metode pembelajaran praktik dan ceramah.
Lihat Juga :