Astuti, Orangutan Korban Perdagangan Gelap Dipulangkan dari Manado ke Berau

Rabu, 25 Januari 2023 - 08:38 WIB
loading...
Astuti, Orangutan Korban Perdagangan Gelap Dipulangkan dari Manado ke Berau
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, dan BKSDA Sulawesi Utara memulangkan orangutan bernama Astuti, dari Manado, ke Berau. Foto/Antara
A A A
MANADO - Seekor orangutan (Pongo pygmaeus morio), bernama Astuti, yang merupakan korban perdagangan gelap satwa dilindungi, dipulangkan dari Manado, ke Berau. Proses pemulangan orangutan tersebut, dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, dan BKSDA Sulawesi Utara.

Baca juga: Dramatis! Prajurit TNI AD Selamatkan Orangutan yang Tersesat Kembali ke Habitatnya

Astuti harus menempuh perjalanan panjang dari Manado, hingga tiba di Berau, Kalimantan Timur. Sebelum sampai di Berau, Astuti harus menempuh perjalanan dari Manado, menuju Makassar, dilanjutkan ke Balikpapan, dan mendarat di Berau.



"Dari Balikpapan, ke Berau, Astuti harus menempuh perjalanan darat," kata Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto di Terminal Kargo Bandara Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca juga: Gempar! 2 Tahun Dimakamkan, Jenazah Siti Fatimah Korban Pembunuhan Berantai Wowon Cs Masih Utuh

Jarak Balikpapan, ke Tanjung Redeb, yang merupakan ibu kota Berau, mencapai sekitar 650 km. Sepanjang perjalanan dari Manado ke Makassar, dan kemudian Balikpapan, hingga Berau, Astuti selalu didampingi dokter hewan.

Di Berau, Astuti tinggal di pusat rehabilitasi orangutan yang dikelola Center for Orangutan Protection (COP) di Labanan, lebih kurang 20 km di selatan Kota Tanjung Redeb.

Astuti yang baru berusia dua tahun itu, harus menempuh perjalanan selama dua jam menggunakan pesawat dari Manado, ke Makassar. Setelah transit di Makassar selama lima jam, akhirnya Astuti tiba di Balikpapan.

Baca juga: Proyek Megah Keraton Plered, Istana Baru Kerajaan Mataram yang Hancur Akibat Pemberontakan Trunojoyo

Selama perjalanan, termasuk perjalanan darat ke Tanjung Redeb, Astuti ditempatkan di dalam kandang dari plat alumunium tebal dengan tiga jendela di sekelilingnya. "Jadi sebagai kargo. Dia dimasukkan kandang transportasi," kata Kepala BKSDA Sulawesi Utara, Askhari Masiki.

Saat berada di perjalanan, kondisi Astuti tetap stabil dan sehat. Astuti tidak mengalami mabuk perjalanan sehingga setelah beristirahat selama satu jam di Balikpapan, langsung lanjut ke Berau.

Menurut Askhari, Astuti adalah korban perdagangan gelap satwa. Polres Boalemo, Gorontalo, menyitanya dari kendaraan yang mencurigakan. Di mobil tersebut, polisi menemukan bayi orangutan dengan jenis kelamin perempuan. Polisi kemudian menyerahkan bayi orangutan tersebut ke BKSDA Sulawesi Utara.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3041 seconds (11.97#12.26)