Menhut Lepasliarkan Satwa Dilindungi dan Beri 12 SK Perhutanan Sosial di Sorong
Jum'at, 22 November 2024 - 09:35 WIB
loading...
Menhut Raja Juli Antoni melakukan pelepasliaran satwa yang dilindungi di Sorong, Papua Barat. Dia juga memberikan 12 SK Perhutanan Sosial untuk 155 KK kelompok perhutanan sosial. Foto: Ist
A
A
A
SORONG - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan pelepasliaran satwa dilindungi di Sorong, Papua Barat. Dia juga memberikan 12 SK Perhutanan Sosial untuk 155 KK kelompok perhutanan sosial.
"Jadi ada pelepasliaran jenis-jenis burung, kedua tadi saya menyerahkan SK Perhutanan Sosial untuk 12 desa Kelompok Tani, jumlah totalnya 33 ribu hektare," ujar Raja Antoni di Sorong, Kamis (21/11/2024).
Baca juga: 2 Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi dari Papua Diringkus Polisi
Sejumlah satwa dilindungi yang dilepasliarkan ini merupakan hasil operasi Polhut dan penyerahan dari masyarakat. Sedikitnya setiap bulan ada 200 satwa dilindungi yang berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan.
"Saya tadi cukup kaget mendapatkan laporan ada sekitar 200-an satwa setiap bulannya yang dapat digagalkan diselundupkan dari Papua ini oleh teman-teman di KSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), itu mungkin yang terkontrol, di luar itu kita nggak tahu berapa banyak lagi," ujar Raja Antoni.
"Jadi ada pelepasliaran jenis-jenis burung, kedua tadi saya menyerahkan SK Perhutanan Sosial untuk 12 desa Kelompok Tani, jumlah totalnya 33 ribu hektare," ujar Raja Antoni di Sorong, Kamis (21/11/2024).
Baca juga: 2 Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi dari Papua Diringkus Polisi
Sejumlah satwa dilindungi yang dilepasliarkan ini merupakan hasil operasi Polhut dan penyerahan dari masyarakat. Sedikitnya setiap bulan ada 200 satwa dilindungi yang berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan.
"Saya tadi cukup kaget mendapatkan laporan ada sekitar 200-an satwa setiap bulannya yang dapat digagalkan diselundupkan dari Papua ini oleh teman-teman di KSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), itu mungkin yang terkontrol, di luar itu kita nggak tahu berapa banyak lagi," ujar Raja Antoni.
Lihat Juga :