Positif Corona, Pria Ini Nekat Ajak Anak Istri Pulang ke Madura Naik Motor
Kamis, 09 Juli 2020 - 18:39 WIB
loading...
Petugas Dinas Kesehatan melakukan rapid test terhadap pedagang Pasar Dangwesi, Terong, Dlingo, Bantul, Rabu (8/7/2020). FOTO : SINDOnews/Ainun Najib
A
A
A
BANTUL - Salah satu warga yang tinggal di Desa Terong, Dlingo, Bantul dinyatakan positif COVID-19 dari hasil uji laboratorium. Namun sayang, meskipun dibujuk untuk dirawat warga asal Madura, Jawa Timur tersebut menolak dan nekat pulang naik motor ke Madura.
Camat Dlingo Deny Ngajis Hartono mengatakan, kasus positif di Desa Terong, Dlingo ini berawal ketika satu keluarga kembali ke Desa Terong untuk persiapan berjualan. Keluarga ini datang pada Selasa (30/6/2020) lalu dan pada Kamis (2/7/2020) mau melakukan rapid test di Puskesmas. Sebelum kasus Corona merebak, keluarga ini memang biasa berjualan bubur kacang ijo di perempatan Terong.
Dari hasil rapid test ternyata anaknya reaktif dan satu keluarga dilakukan swab kemudian mereka dikarantina di kawasan Gunung Mungker, Terong, Dlingo.
"Baru pagi tadi hasil swabnya keluar ternyata bapaknya justru positif. Kemudian petugas datang untuk membawa ke rumah sakit di Bambanglipuro, Bantul. Namun dia menolak," terangnya kepada SINDOnews, Kamis (9/7/2020).
Upaya membujuk terus dilakukan oleh Satgas COVID-19 kecamatan. Namun keluarga asal Madura tersebut tetap bersikukuh memilih pulang ke Madura.
Camat Dlingo Deny Ngajis Hartono mengatakan, kasus positif di Desa Terong, Dlingo ini berawal ketika satu keluarga kembali ke Desa Terong untuk persiapan berjualan. Keluarga ini datang pada Selasa (30/6/2020) lalu dan pada Kamis (2/7/2020) mau melakukan rapid test di Puskesmas. Sebelum kasus Corona merebak, keluarga ini memang biasa berjualan bubur kacang ijo di perempatan Terong.
Dari hasil rapid test ternyata anaknya reaktif dan satu keluarga dilakukan swab kemudian mereka dikarantina di kawasan Gunung Mungker, Terong, Dlingo.
"Baru pagi tadi hasil swabnya keluar ternyata bapaknya justru positif. Kemudian petugas datang untuk membawa ke rumah sakit di Bambanglipuro, Bantul. Namun dia menolak," terangnya kepada SINDOnews, Kamis (9/7/2020).
Upaya membujuk terus dilakukan oleh Satgas COVID-19 kecamatan. Namun keluarga asal Madura tersebut tetap bersikukuh memilih pulang ke Madura.
Lihat Juga :