Bangun Bisnis Link, Kadin Jabar Himpun Data Industri Jawa Barat Secara Digital
Kamis, 09 Juli 2020 - 17:09 WIB
loading...
Launching aplikasi Single Database System for Commerce dan Industry and Kadin Jabar Apps, di Gedung Kadin Jabar, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Kamis (9/7/2020). Foto/SINDOnews/Arif Bud
A
A
A
BANDUNG - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat membangun aplikasi berbasis data industri untuk membangun bisnis link antara pelaku usaha dan investor di Jawa Barat. Aplikasi ini diharapkan dapat mempercepat recovery ekonomi pascapandemi COVID-19.
Ketua Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana mengatakan, selama ini data industri di Jabar terkesan tercecer. Alhasil, ketika ada investor atau pelaku usaha yang memerlukan data, mereka kesulitan. Padahal, data industri akan mempermudah investor dan pelaku usaha menjalankan bisnis.
"Kami coba membuat aplikasi ini untuk memuat semua data industri di Jawa Barat tercatat secara digital dan mudah diakses melalui gedget. Tujuannya agar bisa diakses oleh semua masyarakat," kata Tatan pada launching Single Database System for Commerce & Industry and Kadin Jabar Apps, di Gedung Kadin Jabar, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Kamis (9/7/2020).
Menurut dia, bila industri nasional tidak berbasis pada big data, maka industri akan terancam mati. Karena saat ini, digitalisasi revolusi 4.0 adalah keniscayaan.
Jabar, kata dia, ada sekitar 15.000 industri di bawah Kadin. Sekitar 20% adalah industri besar. Ekonomi Jabar, 40%-nya ditopang oleh industri manufaktur.
Ketua Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana mengatakan, selama ini data industri di Jabar terkesan tercecer. Alhasil, ketika ada investor atau pelaku usaha yang memerlukan data, mereka kesulitan. Padahal, data industri akan mempermudah investor dan pelaku usaha menjalankan bisnis.
"Kami coba membuat aplikasi ini untuk memuat semua data industri di Jawa Barat tercatat secara digital dan mudah diakses melalui gedget. Tujuannya agar bisa diakses oleh semua masyarakat," kata Tatan pada launching Single Database System for Commerce & Industry and Kadin Jabar Apps, di Gedung Kadin Jabar, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Kamis (9/7/2020).
Menurut dia, bila industri nasional tidak berbasis pada big data, maka industri akan terancam mati. Karena saat ini, digitalisasi revolusi 4.0 adalah keniscayaan.
Jabar, kata dia, ada sekitar 15.000 industri di bawah Kadin. Sekitar 20% adalah industri besar. Ekonomi Jabar, 40%-nya ditopang oleh industri manufaktur.
Lihat Juga :