Sosok Dyah Suraprabhawa Raja Terakhir Majapahit Sebelum Runtuh
Minggu, 08 Desember 2024 - 07:13 WIB
loading...
Dyah Suraprabhawa dipercaya menjadi raja terakhir di Kerajaan Majapahit. FOTO/WIKIPEDIA
A
A
A
MALANG - Kerajaan Majapahit terus mengalami kemunduran setelah Hayam Wuruk bertahta. Beberapa kali perang saudara hingga adanya kekisruhan di internal istana menciptakan konflik dan menunggu waktu kerajaan besar ini akan runtuh. Bahkan dari beberapa literasi dipercaya Dyah Suraprabhawa menjadi raja terakhir di Kerajaan Majapahit.
Kisah raja terakhir Majapahit ini konon tercantum dalam Kakawin Pararaton dan secara eksplisit digambarkan pada Prasasti Waringin Pitu bertarikh tahun 1447. Dari prasasti Pamintihan, 1473 terbukti bahwa yang dimaksud dengan gelar anumerta Sang Mokta Ring Kadaton I Caka 1400 ialah Dyah Suraprabhawa. Jadi Dyah Suraprabhawa mangkat pada tahun 1478.
Pada Kakawin Pararaton disebutkan pengganti Hyang Purwawisesa itu didahului oleh dua hal yakni pengisi tahta Kerajaan Tumapel setelah Dyah Suraprabhawa pergi ke Majapahit untuk menjadi raja sebagai pengganti Hyang Wisesa dan hubungan kekeluargaan Dyah Suraprabhawa dengan mendiang Sang Sinagara yang memerintah Majapahit dari tahun 1451 sampai 1453.
Baca juga: Kisah Raja Terakhir Majapahit Dyah Suraprabhawa, Disebut Dalam Kakawin Pararaton
Meski tergolong membingungkan pernyataan tersebut, sebagaimana pernyataan Sejarawan Prof Slamet Muljana pada bukunya "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit", hal pertama bertalian dengan Bhre Pandan Salas, yang naik tahta di Kerajaan Tumapel pada tahun 1466. Sebab tahta Kerajaan Tumapel itu kosong disebabkan kepergian Dyah Suraprabhawa ke Majapahit untuk menjadi raja di sana. Ditambahkan bahwa Bhre Pandan Salas hanya memerintah Tumapel selama dua tahun saja. Sesudah itu dia meninggalkan kraton.
Kisah raja terakhir Majapahit ini konon tercantum dalam Kakawin Pararaton dan secara eksplisit digambarkan pada Prasasti Waringin Pitu bertarikh tahun 1447. Dari prasasti Pamintihan, 1473 terbukti bahwa yang dimaksud dengan gelar anumerta Sang Mokta Ring Kadaton I Caka 1400 ialah Dyah Suraprabhawa. Jadi Dyah Suraprabhawa mangkat pada tahun 1478.
Pada Kakawin Pararaton disebutkan pengganti Hyang Purwawisesa itu didahului oleh dua hal yakni pengisi tahta Kerajaan Tumapel setelah Dyah Suraprabhawa pergi ke Majapahit untuk menjadi raja sebagai pengganti Hyang Wisesa dan hubungan kekeluargaan Dyah Suraprabhawa dengan mendiang Sang Sinagara yang memerintah Majapahit dari tahun 1451 sampai 1453.
Baca juga: Kisah Raja Terakhir Majapahit Dyah Suraprabhawa, Disebut Dalam Kakawin Pararaton
Meski tergolong membingungkan pernyataan tersebut, sebagaimana pernyataan Sejarawan Prof Slamet Muljana pada bukunya "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit", hal pertama bertalian dengan Bhre Pandan Salas, yang naik tahta di Kerajaan Tumapel pada tahun 1466. Sebab tahta Kerajaan Tumapel itu kosong disebabkan kepergian Dyah Suraprabhawa ke Majapahit untuk menjadi raja di sana. Ditambahkan bahwa Bhre Pandan Salas hanya memerintah Tumapel selama dua tahun saja. Sesudah itu dia meninggalkan kraton.
Lihat Juga :