Sungai Code Minta Tumbal, Seorang Santri Tewas saat Bermain Air
Sabtu, 12 November 2022 - 16:25 WIB
loading...
Tim SAR gabungan, melakukan evakuasi terhadap seorang santri Ponpes Al Mahalli Jejeran, yang tewas tenggelam saat berenang di Sungai Code. Foto/Dok. SAR
A
A
A
BANTUL - Ahmad Ibnu Shodiq (16) tewas saat bermain air di Sungai Code. Santri di Pondok Pesantren Al Mahali Jejeran, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul tersebut, tewas tenggelam karena tak dapat berenang, Sabtu (12/11/2022).
Baca juga: 2 Hari Hilang, Riski Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Way Kanan
Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto menuturkan, korban Ahmad Ibnu Shodiq merupakan santri asal Dusun Tegalrejo RT 5 Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. "Korban tenggelam pukul 11.00 WIB. Informasi yang kami terima, korban tenggelam saat berenang bersama teman-temannya," tuturnya.
Peristiwa tenggelamnya santri tersebut, bermula ketika dia bersama delapan santri lain bermaksud mandi di Sungai Code, yang berada di Dusun Jejeran 2, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret. Mereka mulai mandi di sungai sekitar pukul 10.30 WIB.
Baca juga: 1 Pemotor Tewas dan 1 Luka Berat Akibat Ditabrak Kereta Api Logawa
Santri-santri tersebut turun bergantian ke dalam sungai. Tidak semua anak turun ke sungai, karena masih ada satu santri yang menunggu di bibir sungai. "Anak-anak yang mandi berjumlah delapan orang," tutur pipit.
Baca juga: 2 Hari Hilang, Riski Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Way Kanan
Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto menuturkan, korban Ahmad Ibnu Shodiq merupakan santri asal Dusun Tegalrejo RT 5 Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. "Korban tenggelam pukul 11.00 WIB. Informasi yang kami terima, korban tenggelam saat berenang bersama teman-temannya," tuturnya.
Peristiwa tenggelamnya santri tersebut, bermula ketika dia bersama delapan santri lain bermaksud mandi di Sungai Code, yang berada di Dusun Jejeran 2, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret. Mereka mulai mandi di sungai sekitar pukul 10.30 WIB.
Baca juga: 1 Pemotor Tewas dan 1 Luka Berat Akibat Ditabrak Kereta Api Logawa
Santri-santri tersebut turun bergantian ke dalam sungai. Tidak semua anak turun ke sungai, karena masih ada satu santri yang menunggu di bibir sungai. "Anak-anak yang mandi berjumlah delapan orang," tutur pipit.
Lihat Juga :