Berkat Sekoper Cinta, Atalia Kamil Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude
Senin, 10 Oktober 2022 - 16:15 WIB
loading...
Atalia Praratya, istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil lulus Program Doktor Ilmu Komunikasi Unpad dengan yudisium cumlaude berkat Sekoper Cinta, Senin (10/10/2022). Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A
A
A
BANDUNG - Atalia Praratya, istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil lulus Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan yudisium cumlaude berkat "Sekoper Cinta", Senin (10/10/2022).
Atalia lulus setelah mempertahankan disertasinya berjudul “Pengaruh Pengembangan Program Komunikasi Instruksional Sekolah Nonformal ‘Sekoper Cinta’ Terhadap Perilaku Peserta Didik di Provinsi Jawa Barat”.
Baca juga: Pamer Menu Ratatoullie Kesukaan Kang Emil, Bu Cinta: Bikin Ketagihan
Sidang promosi Doktor Atalia yang dipimpin langsung Rektor Unpad Prof Rina Indiastuti dilaksanakan di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Atalia menemukan bahwa rancangan dan implementasi komunikasi instruksional “Sekoper Cinta” berpengaruh signifikan terhadap perilaku peserta didik.
Dia juga mengungkapkan bahwa perbedaan karakteristik individu, seperti tingkat pendidikan, usia, status perkawinan, dan etnis budaya tidak berkontribusi signifikan pada pengaruh rancangan dan implementasi komunikasi instruksional terhadap perilaku peserta didik.
Atalia lulus setelah mempertahankan disertasinya berjudul “Pengaruh Pengembangan Program Komunikasi Instruksional Sekolah Nonformal ‘Sekoper Cinta’ Terhadap Perilaku Peserta Didik di Provinsi Jawa Barat”.
Baca juga: Pamer Menu Ratatoullie Kesukaan Kang Emil, Bu Cinta: Bikin Ketagihan
Sidang promosi Doktor Atalia yang dipimpin langsung Rektor Unpad Prof Rina Indiastuti dilaksanakan di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Atalia menemukan bahwa rancangan dan implementasi komunikasi instruksional “Sekoper Cinta” berpengaruh signifikan terhadap perilaku peserta didik.
Dia juga mengungkapkan bahwa perbedaan karakteristik individu, seperti tingkat pendidikan, usia, status perkawinan, dan etnis budaya tidak berkontribusi signifikan pada pengaruh rancangan dan implementasi komunikasi instruksional terhadap perilaku peserta didik.
Lihat Juga :