Bumikan Pancasila, Sekolah di Jabar Perkuat Kurikulum Antiradikalisme dan Antikorupsi
Selasa, 04 Oktober 2022 - 02:54 WIB
loading...
Pertemuan jajaran Lemhanas RI dan Disdik Jabar. Disdik Jabar terus memperkuat kurikulum antiradikalisme dan antikorupsi dalam upaya membumikan Pancasila di Jabar. Foto/Istimewa
A
A
A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat terus memperkuat penerapan kurikulum antiradikalisme dan antikorupsi di sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB dalam upaya membumikan Pancasila .
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supandi mengatakan, dalam momentum Indonesia Emas 2045 mendatang, peran siswa siswi yang duduk di bangku SMA, SMK, dan SLB saat ini akan sangat dibutuhkan. Baca juga: Hadiri Peresmian Kantor MPN Pemuda Pancasila, Hary Tanoesoedibjo: Semakin Bermanfaat bagi Bangsa Indonesia
Namun, di balik itu, ada sejumlah tantangan yang dihadapi siswa dan siswi untuk menjalankan praktik-praktik pembumian Pancasila, terlebih di era digitalisasi ini.
Selain intoleransi, radikalisme, dan terorisme, tingkat kesopanan warganet Indonesia yang saat ini menjadi yang terendah di Asia Pasifik pun harus menjadi perhatian."Banyak informasi hoaks (kabar bohong) yang sulit dibendung dan tingkat kesopanan yang cenderung mulai terkikis," ungkap Dedi di Bandung, Senin (3/10/2022).
Oleh karenanya, lanjut Dedi, pihaknya terus memperkuat penerapan kurikulum pencegahan dan penanggulangan radikalisme serta kurikulum antikorupsi.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supandi mengatakan, dalam momentum Indonesia Emas 2045 mendatang, peran siswa siswi yang duduk di bangku SMA, SMK, dan SLB saat ini akan sangat dibutuhkan. Baca juga: Hadiri Peresmian Kantor MPN Pemuda Pancasila, Hary Tanoesoedibjo: Semakin Bermanfaat bagi Bangsa Indonesia
Namun, di balik itu, ada sejumlah tantangan yang dihadapi siswa dan siswi untuk menjalankan praktik-praktik pembumian Pancasila, terlebih di era digitalisasi ini.
Selain intoleransi, radikalisme, dan terorisme, tingkat kesopanan warganet Indonesia yang saat ini menjadi yang terendah di Asia Pasifik pun harus menjadi perhatian."Banyak informasi hoaks (kabar bohong) yang sulit dibendung dan tingkat kesopanan yang cenderung mulai terkikis," ungkap Dedi di Bandung, Senin (3/10/2022).
Oleh karenanya, lanjut Dedi, pihaknya terus memperkuat penerapan kurikulum pencegahan dan penanggulangan radikalisme serta kurikulum antikorupsi.
Lihat Juga :