Gara-gara Mi Instan, Buruh di Tomohon Tega Aniaya Pasangannya hingga Babak Belur

Minggu, 14 Agustus 2022 - 15:48 WIB
loading...
Gara-gara Mi Instan, Buruh di Tomohon Tega Aniaya Pasangannya hingga Babak Belur
Pria WW tak berkutik ditangkap polisi usai dilaporkan pasangan wanitanya karena tidak tahan lagi sering dianiaya. Foto: MPI/Subhan Sabu
A A A
TOMOHON - Hanya karena gara-gara mi instan, seorang buruh di Tomohon berinisial WW (36) tega menganiaya pasangannya seorang wanita hingga babak belur.

Penganiayaan itu dipicu hal sepele yakni korban dianggap oleh pelaku terlalu lama melaksanakan perintahnya yang saat itu menyuruh korban membuatkan mi instan untuk anak mereka.

Baca juga: Parah, 5 Pelajar Aniaya Remaja hingga Pingsan kemudian Dicekoki Miras Oplosan

Namun, karena stok di rumah habis, korban pergi ke warung untuk membelinya. Penganiayaan seorang buruh kepada wanita pasangannya di luar nikah itu terjadi di rumahnya, Sabtu (13/8/2022) sekitar pukul 10.30 Wita



“Pelaku pun akhirnya marah karena korban terlalu lama dan anak mereka sudah menangis minta mi instan. Saat itu juga korban dimaki-maki oleh pelaku dan dipukul berulang kali dengan tangan ke arah wajah dan kepala,” beber Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Minggu (14/8/2022).

Tak terima dengan perbuatan pelaku, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Selain itu, dia juga mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari pelaku.

Baca juga: Gegara Dilarang Merokok, Pemuda Tomohon Ini Ancam Bakar Rumah dan Bunuh Neneknya

"Sebelumnya korban juga mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari pelaku, namun kali ini karena sudah tidak tahan, korban akhirnya melaporkan hal tersebut ke petugas kepolisian," ujarnya

Mendapatkan laporan korban, Tim Anti Bandit Polres Tomohon langsung bergerak dan mengamankan pelaku yang berprofesi sebagai seorang buruh itu. Pelaku diamankan di rumahnya di Tomohon Tengah.

Saat ini pelaku sudah berada di Mako Polsek Tomohon Tengah untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2167 seconds (11.97#12.26)